
Bagaimana tips mengolah daging agar mudah dikonsumsi balita? Balita memerlukan asupan protein yang lebih banyak daripada orang dewasa sebab mereka masih dalam tahap pertumbuhan dimana protein merupakan salah satu unsur terpenting dalam menunjang pertumbuhan tubuh dan kecerdasan otak mereka. Seperti diketahui sumber protein tertinggi terdapat dalam daging sapi, daging ayam/ unggas, ikan laut dan juga susu, telur serta keju.
Sayangnya di Indonesia konsumsi daging, khususnya daging sapi sangat rendah. Ini bisa jadi disebabkan oleh harga daging sapi yang tinggi dan daya beli masyarakat yang rendah. Hal ini menyebabkan anak, khususnya balita tidak terbiasa makan daging sapi atau bahkan tidak menyukai daging sapi, baik karena rasanya maupun karena teksturnya yang tidak mudah dikunyah. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengakali hal tersebut dan membuat balita Anda menyukai daging sapi. Sebab bagaimanapun juga mereka harus tetap mengkonsumsi daging sapi, setidaknya seminggu sekali untuk memenuhi kebutuhan protein mereka.
Tips Mengolah Daging untuk Balita : Pelajari Bagian–Bagian Daging Sapi Terlebih Dahulu
Daging sapi biasanya dipotong dan dikategorikan berdasarkan potongan tersebut. Misalnya, daging bagian belakang leher disebut Chuck, lalu daging dari bagian setelahnya dinamakan Rib Eye dan daging dari perut bawah dikenal dengan Plate and Flank. Chuck dan Plate and Flank sangat cocok untuk diolah menjadi masakan berkuah seperti sup atau semur, sedangkan Rib Eye, Sirloin ( bagian tengah ) dan Tenderloin ( bagian dalam ) lebih pas untuk dibuat steak atau tumisan. Masakan untuk anak–anak terutama balita 2–5 tahun, sebaiknya menggunakan daging Tenderloin karena teksturnya sangat lembut dan mudah dikunyah. Potong tenderloin kecil–kecil sesuai ukuran mulut balita agar lebih mudah dikonsumsi.
Jenis Masakan Daging yang Disukai Balita
Beefsteak atau steak daging sapi yang dilengkapi dengan potongan kentang goreng dan sayuran rebus/ panggang biasanya sangat disukai anak–anak. Paduan rasa daging yang lembut ditambah saus yang lezat dan cita rasa kentang goreng dan sayuran membuat anak tertarik untuk menyantapnya. Membuatnya pun cukup mudah; namun pastikan potongan dagingnya tidak terlalu besar, begitu pula dengan sayurannya.
Semur daging sapi juga biasanya sangat digemari balita karena paduan rasa manis. Jika anak menolak makanan potongan daging, coba berikan daging giling yang diolah menjadi beef burger atau bakso. Jika suka, buatkan mereka beef cornet atau kornet daging sapi, namun sebaiknya tidak menggunakan produk kornet siap pakai karena zat pengawetnya tinggi. Gunakan resep membuat kornet yang banyak tersedia di internet dan buat sendiri kreasi kornet daging sapi Anda, tambahkan sayuran ke dalam olahan kornet maka lengkaplah gizi anak Anda. Untuk sosis, sebaiknya pilih sosis berkualitas tinggi dan batasi konsumsinya; usahakan tidak menggoreng sosis, melainkan campurkan ke dalam masakan atau dipanggang. Jangan gunakan sosis kemasan siap makan karena produk tersebut hanya kaya akan MSG.
Daging sapi dapat diolah menjadi berbagai masakan lezat sesuai selera. Namun untuk balita, pastikan ia mendapatkan lebih banyak masakan yang diolah dengan cara direbus, dipanggang atau ditumis; bukan digoreng. Untuk tumisan, pilih daging sapi dengan potongan yang biasa digunakan untuk shabu–shabu atau sukiyaki; masukkan sayuran bergizi ke dalam tumisan agar anak anda mendapatkan protein, vitamin dan mineral yang berguna. Demikian beberapa tips mengolah daging agar mudah dikonsumsi balita, semoga berguna.

