
Cara berbicara kepada balita tentulah berbeda apabila dibandingkan apabila kita berbincang dengan orang dewasa. Balita adalah usia di mana seorang manusia sedang memasuki tahapan meniru apa yang ditemuinya. Balita juga belum memiliki susunan syaraf selengkap orang dewasa. Dengan meniru apa yang dia lihat dan dengan, sedikit demi sedikit, susunan syaraf tersebut tersambung ke otak yang dikemudian hari akan menentukan tingkat intelejensi, empati atau perasaan dan lain – lain. Usia balita juga merupakan suatu tahapan penting yang biasanya sangat dinikmati oleh para orang tua. Membacakan cerita dan mengajak bicara tanpa memojokkan, menurut psikolog adalah cara yang paling mudah dilakukan untuk merangsang anak atau balita agar memiliki kosakata lengkap.
Cara Berbicara Kepada Balita – 2 Organ Aktif Terlibat Saat Berbicara
Saat berbicara, meskipun dia masih balita, minimal ada dua organ vital yang bekerja bersamaan, yakni organ pendengaran dan bicara. Pada saat usia balita, seseorang akan dapat berbicara apabila organ pendengarannya bekerja dengan baik. Dengan demikian, si anak haruslah dirangsang pendengarannya agar organ bicaranya terbiasa untuk mengucapkan kosakata yang dia dengar. Mengajak balita berbicara setiap hari, memutarkan musik atau lagu – lagu, dapat merangsang organ pendengarannya untuk bekerja. Hal ini secara otomatis akan merangsang pula organ wicaranya untuk mengucapkan kosakata atau belajar berbicara.
10 Cara Berbicara Kepada Balita
Menurut para ahli, setidaknya ada sepuluh cara berbicara kepada balita yang bisa dilakukan oleh orangtua di rumah. Kesepuluh cara tersebut adalah;
- Meminta si anak un
tuk menatap.
Apabila si anak terlihat tidak menggubris atau mendengar kata – kata yang anda ucapkan, maka ucapkan terus namun tetap dengan intonasi yang lembut. - Usahakan agar setiap berbicara, posisi badan sejajar.
Orang tua hendaknya memposisikan badan sejajar dengan tinggi badan si anak dengan jarak yang tidak terlampau jauh. Dengan posisi ini, si anak akan lebih focus kepada orangtua. - Kontak mata
Ketika orangtua berbicara kepada anak, maka adanya kontak mata akan sangat membantu tersampaikannya pesan. - Bermain peran
Dengan bermain peran, anak akan dengan sendirinya mengetahui bagaimana cara berbicara dengan orang lain. - Mencari perhatian si anak
Apabila sudah dipanggil berulangkali, namun dia tetap tidak mau menengok, maka mencari perhatiannya akan sangat membantu. - Memberi penjelasan
- Mengetahui kemampuan pemahaman si anak
- Pilih momen yang tepat
- Meminta tolong kepada si anak untuk mengambilkan atau melakukan sesuatu dengan nada dan intonasi lembut.
- Memberikan contoh.
Dengan menerapkan sepuluh cara berbicara kepada balita di atas, maka anak akan lebih mudah untuk memahami hal – hal yang ingin kita ajarkan.

