Makanan Cepat Saji yang Baik untuk Balita (2-5 tahun)

Kesibukan orang tua seringkali membuat mereka lupa atau tidak sempat menyediakan makanan yang sehat untuk si kecil. Namun semua itu bukanlah hal yang sulit mengingat banyaknya makanan siap saji yang beredar di pasaran. Sehingga seringkali para orang tua menetapkan pilihan pada produk-produk instan yang terkenal dengan fast food tersebut.

Orangtua modern seringkali mengabaikan makanan rumahan yang sehat dan cenderung memilih fast food karena alasan praktis dan enak. Selain itu, kurangnya pengetahuan membuat mereka mengira bahwa di pasaran masih banyak makanan cepat saji yang baik untuk balita. Padahal, banyak penelitian yang mengatakan bahwa dalam makanan siap saji tidak terdapat kandungan gizi yang seimbang dan juga tidak ada jaminan higienitasnya sehingga sangat tidak cocok untuk balita.

Selain itu, banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan cepat saji, diantaranya adalah obesitas dan menurunkan kepadatan tulang. Oleh karena itu orangtua harus selalu menyediakan makanan yang bergizi tinggi guna perkembangan mental anak usia dini. Apalagi anak-anak usia 2 hingga 5 tahun sedang berada dalam masa golden age sehingga nutrisi yang baik akan mendukung perkembangan otak dan juga motoriknya.

Namun, mengingat anak-anak lebih menyukai makanan cepat saji dibandingkan dengan makanan rumahan, adakah pilihan makanan cepat saji yang baik untuk balita? Sebenarnya, makanan cepat saji apapun bentuknya tetaplah bukan pilihan yang tepat untuk dikonsumsi balita, jadi usahakan untuk menghindarkan anak dari ketagihan makanan cepat saji.

Berikut ini tips untuk mengalihkan anak yang suka pada makanan cepat saji:

  • Anda bisa membuatkan sendiri makanan yang mirip dengan makanan siap saji, misalkan ayam goreng tepung, nugget, dan lain-lain. Dengan membuat sendiri, otomatis kebersihan akan lebih terjamin, begitupun dengan nilai gizinya.
  • Buatlah penyajian makanan dalam aneka bentuk, kalau bisa sesuaikan dengan favorit anak.
  • Kalaupun anak masih tertarik pada makanan siap saji, Anda bisa memberikan tapi dalam porsi kecil karena memaksa anak hanya akan membuatnya trauma, bahkan jadi pemberontak.