Tips Membuat Makanan Agar Lebih Bervariatif

Tips membuat makanan lebih bervariatif sangatlah penting untuk diketahui. Apakah terkadang anda merasa pusing kepala disebabkan anak anda tidak mau makan, atau terkesan tidak berselera terhadap apa yang anda sajikan. Anak berusia 2-5 tahun, atau lebih sering dikenal dengan istilah balita memang memerlukan asupan gizi yang seimbang untuk perkembangan tubuh mereka. Baik dari fisiologis mereka, maupun perkembangan dari sel otak mereka. Dan makanan yang mereka makan bukan hanya makanan besar saja, tetapi juga makanan seperti cemilan, tips memilih cemilan sehat untuk balita sangat dibutuhkan, karena cemilan sebagai penyokong makanan. Juga bisa di bilang sebagai pendukung dan penyedia energi bagi aktivitasnya dalam kesehariannya. Makanan besar atau utama haruslah berperan sebagai sumber karbohidrat atau energi, sumber protein dan nutrisi-nutrisi lainnya yang dibutuhkan selama proses perkembangan.

Beberapa Tips Membuat Makanan Lebih Bervariatif

 

  1. Sajikan makanan tersebut berbeda dengan yang lain. Walaupun memiliki bahan pokok yang sama tapi cara penyajiannya berbeda. Contohnya, brokoli. Tips mengolah brokoli agar vitaminnya terjaga ialah dengan cara dikukus atau direbus. Setelah dikukus anda bisa menyajikannya dengan memberikan saus, atau mayonaise untuk memberikan variasi dalam penyajiannya. Bisa juga dengan memotongnya kecil-kecil lalu menaburkannya ke atas kue muffin atau semacamnya
  2. Sembunyikan makanan tersebut kedalam makanan yang disukainya, hal ini terkadang berhasil untuk sedikit “memaksa” anak untuk memakannya. Di sertakan didalam hamburger dan lain-lain,
  3. Buat makanan tersebut sedikit berwarna-warni, terkadang hal ini bisa membuat sang anak tertarik untuk mengkonsumsinya. Misalkan campurkan wortel, dan brokoli atau kacang panjang kedalam sup agar membuatnya lebih menarik. Jika makanan tersebut sudah terlihat menarik , pastilah sang anak berselera untuk memakannya,
  4. Jadikan makanan tersebut menjadi sebuah kudapan atau cemilan. Karena jika makanan tersebut selalu disajikan kedalam menu utama terus menerus, maka akan membuat anak tersebut akan mudah bosan
  5. Jangan sajikan makanan yang sama dalam satu waktu terus-menerus. Berikan dalam waktu yang berbeda-beda, sehingga mereka merasa tidak monoton dalam mengkonsumsinya. Bukan hanya itu saja jika bisa dalam bentuk yang berbeda. Dalam hal ini contohnya adalah buah-buahan. Pisang dan alpukat, buah ini bisa di sajikan sebagai makanan utama atau campuran di dalam makanan lainnya. Atau bisa juga anda menyajikannya sebagai makanan penutup seperti jus buah alpukat. Itulah beberapa tips membuat makanan agar lebih bervariatif, agar dapat membuat anak anda lebih berselera makan.

Contoh Resep Masakan Yang Variatif

Perkedel Sayuran

Bahan:

  • 300gr kentang, kupas, kukus, dan haluskan
  • 50gr wortel, kupas dan cincang halus
  • 75gr bayam, rebus bentar, tiriskan, dan cincang halus
  • 1 kuning telur ayam
  • 1 sendok makan terigu
  • 1 sendok makan bawang merah goreng, haluskan
  • ½ sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 200ml minyak goreng nabati

Pelapis perkedel

Bahan:

 

  • 1 butir telur ayam, kocok hingga berbuih
  • 100gr tepung panir

Cara membuat:

  1. Campur kentang, sayur, dan bumbu hingga rata
  2. Bentuk adonan menjadi bentuk oval lalu pipihkan
  3. Celupkan setiap bola-bola adonan ke dalam kocokkan telur
  4. Lumuri dengan tepung panir, simpan didalam lemari es hingga kering, sekitar 30 menit.
  5. Goreng dengan minyak hingga warna keemasan, angkat dan tiriskan

Itulah salah satu contoh resep masakan yang bisa anda coba untuk diberikan kepada buah hati anda, juga salah satu tips membuat makanan lebih bervariatif, tapi kreatifitas bukan sebatas di sini saja, jika perlu anda bisa mengembangkannya, demi perkembangan buah hati anda.