Tips Memasak Makanan Untuk Balita

Umumnya, tercantum beberapa hal penting dalam tips memasak makanan Balita  yang harus Anda perhatikan agar buah hati bisa mendapatkan nutrisi yang diperlukan tubuhnya agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satunya adalah keadaan bahan dasar makanan Balita tersebut. Memasak makanan untuk Balita dimulai dari pemilihan bahan. Pastikan Anda menggunakan bahan–bahan makanan yang segar, misalnya pilih sayuran segar yang tidak terlihat layu, warnanya cerah, tidak memiliki bintik hitam atau tanda lainnya yang menunjukkan sayuran sudah membusuk atau sudah terkontaminasi zat kimia. Begitu pula dengan ikan, pilih yang tidak terasa lembek saat badan ikan ditekan, yang matanya bersih tidak merah dan yang insangnya berwarna merah cerah tidak gelap. Pada dasarnya, Anda harus memilih bahan–bahan makanan yang paling segar yang bisa Anda dapatkan pada hari itu.

Hal–Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Mengolah Bahan Makanan Untuk Balita

Dalam tips memasak makanan Balita  sering pula dicantumkan kandungan gizi dalam bahan makanan tersebut. Ini merupakan faktor penting yang harus Anda perhatikan. Pelajari dan gunakan pedoman dalam piramida makanan untuk membantu Anda mengetahui kandungan gizi yang seimbang untuk Balita, khususnya balita usia 2 – 5 tahun.

Pelajari juga cara tepat untuk mengolah makanan Balita yang aman dan tidak mengurangi nilai gizinya. Suhu panas untuk memasak haruslah tepat agar dapat membunuh bakteri dan kuman namun tidak merusak vitamin dan mineral yang terkandung dalam bahan makanan tersebut. Jangan pernah memakai bumbu penyedap dalam mengolah makanan untuk balita 2 – 5 tahun karena selain mengandung MSG yang dapat memicu kanker, menyebabkan kerusakan otak serta menurunkan imunitas tubuh buah hati Anda, juga dapat membuat indera perasa Balita tidak sensitive lagi terhadap rasa alami makanan. Penambahan gula dan garam yang berlebihan juga membuat Balita tidak mampu lagi merasakan rasa alami buah dan sayur sehingga ada kemungkinan mereka akan menolaknya. selain itu seperti telah diketahui secara luas, gula dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi dan sistim penyaringan makanan dalam tubuh, sementara garam dapat memicu kerusakan pada otak dan sistim syaraf serat peredaran darah.

Bagaimana Balita Menolak Makanan Sehat ?

Bagaimana jika Balita menolak makanan sehat yang Anda tawarkan kepadanya? Atau jika Balita pilih–pilih dalam hal makanan? Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi apabila Orang Tua tidak memperkenalkan makanan instan atau makanan kemasan di usia yang terlalu awal. Pada usia 2 tahun ke bawah, anak cenderung melahap apa saja yang diberikan ibunya, di sini sebenarnya peran penting Ibu dalam memilih makanan dengan rasa alami diperlukan. Anak sebaiknya diberikan makanan sehat tanpa penambahan gula dan garam agar lidah anak terlatih menyukai rasa alami makanan. Namun terkadang karena beberapa alasan, Ibu memberikan bayinya makanan instan siap saji. Meskipun produk–produk seperti ini cukup aman, namun indera perasa bayi menjadi kurang sensitive. Jika hal ini tetap diteruskan sampai anak berusia di atas 2 tahun, apalagi kemudian ia diperkenalkan pada camilan kemasan ( wafer, coklat, susu kotak, permen, dan lain–lain ), maka ia tidak akan bisa lagi menyukai camilan sehat seperti buah–buahan. Jika anak dibiasakan makan dengan nugget, ayam siap saji, sosis dalam kemasan siap makan, maka tidak heran jika ia akan menjerit–jerit jika diberi sayur bayam atau sup wortel yang lebih sehat. Jadi, kuncinya ada pada kebiasaan pemberian makanan untuk balita sejak kecil. Demikian beberapa tips memasak makanan Balita, semoga berguna.