Tips Makanan untuk Anak Autis

Autis merupakan gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang biasanya gejalanya akan muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Anak autis biasanya memiliki gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan juga perilaku. Banyak faktor yang menjadi penyebab anak autis, diantaranya adalah: gangguan neurobiologis yang memengaruhi fungsi otak anak.

Berbagai penelitian yang melibatkan ahli gizi menyebutkan bahwa autisme berhubungan erat dengan faktor lingkungan, gen, dan makanan. Bahkan Foxnews melansir sebuah study yang diterbitkan oleh Autism speaks yang menunjukkan bahwa jalur biokimia pada penderita autisme tidak bisa berfungsi secara optimal. Jalur biokimia tersebut meliputi: detoksifikasi, eliminasi logam berat, pencernaan, fungsi kekebalan dan integritas usus.

Pada sebagian penderita autis biasanya menampakkan gejala gastrointestinal dan peradangan usus seperti diare, sembelit, kembung dan nyeri GI. Peradangan usus umumnya terjadi akibat kepekaan terhadap makanan dan aktifitas bakteri sehat dalam usus. Sedangkan kekurangan gizi pada anak autis menjadi pemicu gangguan pencernaan, begitupun dengan gangguan fungsi seluler yang dapat mengganggu fungsi otak dan melemahnya imunitas tubuh.

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam merawat anak autis, terutama mengenai masalah makanan karena bisa mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatannya. Bahkan, beberapa Ahli gizi menyarankan pada orang tua untuk menyediakan gizi seimbang dan nutrisi yang baik bagi perkembangan otak anak autis, seperti: makanan yang mengandung omega 3 dan mineral.

Mengingat pentingnya memperhatikan masalah makanan anak autis, maka Orang tua harus mengetahui tips makanan anak autis, yang diantaranya adalah :

  • Makanan tidak mengandung gluten, misalnya : beras, jagung, ubi, talas, singkong, bihun, tepung beras.
  • Tidak mengandung kasein, misalnya daging, unggas, telur, ikan segar, keju, susu, protein nabati (tahu dan tempe).
  • Makanan kaya serat, seperti sayur dan buah.
  • Hindari bahan makanan dari gluten dan kasein, seperti : mie, susu, biskuit, margarin, dan lain-lain.

Selain memperhatikan tips makanan anak autis di atas, Anda juga harus menghindari makanan yang memperburuk gejala fisik dan otak, diantaranya ragi, makanan yang mengandung MSG, peptisida, pewarna, perasa, pengawet, dan cuka.