Metode Kontrasepsi Setelah Melahirkan

Kontrasepsi harus dipertimbangkan oleh orangtua baru segera setelah melahirkan. Ada banyak pilihan kontrasepsi bagi ibu setelah melahirkan. Meskipun demikian, beberapa metode kontrasepsi yang telah Anda gunakan sebelum melahirkan, mungkin tidak lagi cocok jika digunakan setelah melahirkan. Jadi, bagaimana memilih metode kontrasepsi setelah melahirkan? Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, sehingga Anda dapat memilih yang terbaik untuk Anda.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih metode kontrasepsi adalah:

  • Efektivitas metode.
  • Kemungkinan risiko dan efek samping.
  • Rencana untuk kehamilan berikutnya.
  • Preferensi pribadi.
  • Kondisi medis/kondisi kesehatan.

Jenis-jenis kontrasepsi dapat dibagi menjadi short-acting, long-acting dan permanen. Jika Anda memilih kontrasepsi untuk memberi jarak ke kehamilan berikutnya, maka Anda harus mempertimbangkan kontrasepsi short-acting. Jika Anda merasa keluarga Anda sudah lengkap, metode long-acting atau sterilisasi harus dipertimbangkan.

Kontrasepsi Short-acting

Metode kontrasepsi short-acting antara lain adalah kontrasepsi oral (penggunaan pil KB kombinasi maupun pil KB tunggal/mini-pil), kondom, dan metode natural (menyusui, pemantauan siklus kesuburan dan menghindari hubungan seksual). Pil KB kombinasi berisi progesteron dan estrogen, sedangkan pil KB tunggal/mini-pil hanya berisi progesteron saja.

Kontrasepsi Long-acting

Metode kontrasepsi ini lebih cocok untuk wanita yang tidak ingin hamil lagi atau memberi jarak untuk kehamilan berikutnya selama beberapa tahun. Yang termasuk dalam metode kontrasepsi ini yaitu dengan injeksi, IUD (Intra Uterine Device), dan IUS (Intra Uterine System). Metode kontrasepsi dengan injeksi bekerja dengan aksi yang mirip dengan penggunaan pil KB tunggal.

Kontrasepsi Permanen (Sterilisasi)

Vasektomi (sterilisasi laki-laki) bertujuan untuk mencegah sperma pergi dari testis. Sterilisasi wanita mencegah telur pergi dari sepanjang saluran telur untuk bertemu sperma. Keduanya melibatkan operasi. Vasektomi lebih mudah dilakukan karena dapat dilakukan di bawah anestesi lokal.

Metode ini dilakukan bila pasangan merasa bahwa keluarga mereka sudah lengkap. Metode ini sulit untuk dibalikkan, sehingga Anda harus sangat yakin sebelum memutuskan sterilisasi.