Waspadai Plasenta Previa Pada Trimester 2

Ada sejumlah bahaya yang siap mengancam ibu-ibu hamil, salah satunya adalah plasenta previa. Ini adalah istilah yang digunakan pada wanita hamil yang mengalami permasalahan pada plasenta yang menyokong kehidupan janin di dalamnya. Plasenta ini menutupi jalan lewatnya bayi yang akan dilahirkan yang tentunya bisa menjadi bahaya besar bagi si bayi. Oleh karena itu waspadai plasenta previa pada trimester 2. Plasenta previa ini merupakan plasenta yang tertanam di bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir yang disebut dengan istium utri internum, baik secara menyeluruh maupun sebagian. Sebutan untuk plasenta previa yang menutupi seluruh jalan lahir disebut dengan plasenta previa totalis, sedangkan plasenta previa yang menutupi sebagian jalan lahir disebut dengan plasenta previa literalis. Plasenta previa jenis lain adalah plasenta previa marginalis yang merupakan plasenta previa yang terletak di samping pembukaan pada jalan lahir yang bisa menghambat kelahiran bayi. Sedangkan yang terakhir adalah plasenta previa dengan letak rendah yang terletak tiga hingga empat cm di tepi pembukaan dari jalan lahir tersebut.

Untuk penyebab dari kelainan ini memang masih belum diketahui dengan pasti. Biasanya kejala yang ditimbulkan oleh plasenta previa ini adalah munculnya pendarahan secara tiba-tiba tanpa adanya alasan yang pasti. Pendarahan tersebut juga tidak dibarengi dengan rasa nyeri seperti pendarahan lain. Biasanya wanita yang rentan mengalami plasenta previa ini adalah wanita yang hamil di usia tiga puluhan. Meskipun pendarahan pada plasenta previa tidak menimbulkan nyeri, wanita hamil harus tetap mewaspadai terjadinya plasenta previa.

Beberapa gejala terjadinya plasenta previa diantaranya:

  1. Munculnya pendarahan secara tiba-tiba yang tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit.
  2. Munculnya pendarahan tersebut terjadi secara berulang-ulang dan sedikit-sedikit.
  3. Darah yang keluar adalah jenis darah segar dengan warna merah.
  4. Ibu sering mengalami anemia.
  5. Presentasi terhadap bayi adalah bayi abnormal.

Untuk pencegahan atau penanganan plasenta previa ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu hamil,diantaranya:

  1. Segera lakukan pemeriksaan USG, dan pemeriksaan ini paling baik dilakukan pada trimester ke dua. Ini dimaksudkan untuk mengetahui posisi plasenta, apakah plasenta bergeser, bergerak, dan lain-lain.
  2. Sebaiknya USG dilakukan lagi jika pada USG pertama ditemukan bahwa plasenta hanya menutupi sebagian jalan lahir. Pemeriksaan ini bisa dilakukan tiga puluh enam minggu setelah pemeriksaan pertama untuk mengetahui perkembangannya. Pengecualian untuk wanita yang memiliki sejarah operasi caesar dan plasenta terletak rendah, pengulangan pemeriksaan USG harus dilakukan tiga puluh dua minggu setelah USG pertama.
  3. Jika terjadi pendarahan sebaiknya dirujuk ke rumah sakit, dan biasanya dokter akan menyarankan transfusi darah pada pasien.
  4. Ada baiknya untuk tidak melakukan hubungan seksual jika terjadi pendarahan.

Jadi, waspadailah terjadinya plasenta previa pada trimester 2. Jika ingin penanganan cepat, pastikan untuk segera mengunjungi dokter kandungan sebelum terlambat.