
Ketika hamil ibu tidak disarankan untuk mengkonsumsi kafein dalam jumlah banyak. Pasalnya, kafein akan menjadi faktor pemicu munculnya berbagai jenis masalah kehamilan akibat pengaruh negatif yang dibawanya baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang sedang dikandung. Adapun bahaya kelebihan kafein pada kehamilan trimester 2 antara lain adalah pengaruh stimulan dan deuretik. Yang dimaksud dengan pengaruh stimulan dan deuretik disini adalah bahwa kafein bisa menjadi faktor penyebab dehidrasi, naiknya tekanan darah tinggi, dan meningkatnya denyut jantung secara tidak normal. Ketika dehidrasi ditandai dengan seringnya buang air kecil dan rasa haus yang terus menerus. Pada umumnya, wanita yang sedang hamil memang akan lebih sering buang air kecil, tapi jika gejalanya sudah tidak wajar, ada kemungkinan si ibu hamil sedang terkena dehidrasi.
Pengaruh kafein yang dikonsumsi ibu akan dengan mudah menyalur ke bayi yang sedang dikandung. Kafein ini akan dibawah oleh darah ke dalam saluran plasenta yang menjadi saluran utama si bayi mendapatkan asupan segala jenis makanan dan minuman yang dimakan dan diminum oleh si ibu. Pada saat di dalam kandungan, janin masih dalam proses pembentukan dan perkembangan. Jika dalam masa signifikan seperti ini mendapatkan gangguan dari pengaruh kafein
tersebut, maka akan memperlambat pertumbuhan janin dan menyebabkan efek lainnya. Janin masih belum bisa memtabolisme kafein tersebut sehingga bahaya kelebihan kafein pada kehamilan trimester 2 akan mutlak terjadi pada si janin. Efek kafein bisa terjadi hanya dalam jangka enam jam saja untuk orang normal, tapi tidak demikian pada wanita yang sedang hamil. Pengaruh kafein tersebut akan berlangsung lebih lama bahkan bisa lebih dari dua belas jam. Ini tergantung pada kondisi ibu dan kehamilannya juga. Bahkan ada sejumlah studi yang menemukan hubungan antara jumlah kafein yang dikonsumsi dengan penundaan pada pembuahan. Jika wanita mengkonsumsi kafein lebih dari tiga ratus gram dalam sehari, maka kemungkinan dia untuk mengalami penundaan pada pembuahannya atau menjadikan kehamilan yang tertunda.
Lalu dalam dosis berapa konsumsi kafein dikatakan aman? Bagi wanita yang sedang hamil atau bagi mereka yang mengharapkan untuk hamil, maka kafein yang masih dalam taraf aman untuk dikonsumsi adalah sebesar tiga ratus gram saja dalam sehari dan tidak boleh lebih. Bahkan ada sejumlah penelitian yang menunjukkan adanya resiko keguguran dalam jumlah yang lebih tinggi pada wanita yang mengkonsumsi kafein lebih dari tiga ratus gram dalam sehari. Penelitian lain yang dilakukan pada hewan, memperlihatkan bahwa kafein bisa membuat kecacatan lahir, munculnya masalah pada reproduksi serta penurunan tingkat kesuburan. Akan tetapi, bahaya kelebihan kafein pada kehamilan trimester 2 tidak akan terjadi jika konsumsi kafein yang dilakukan oleh ibu hamil hanya sebesar 150 hingga 250 gram saja dalam sehari.

