Bahaya Morning Sickness Pada Kehamilan Trimester 2

Kehamilan merupakan masa yang sangat riskan bagi wanita. Hal ini dikarenakan selain mental, tubuh juga mengalami berbagai jenis perubahan. Kondisi mental yang naik turun ditambah dengan tubuh yang tidak lagi seperti sedia kala, menjadikan wanita sering merasa stres dan depresi. Ini belum apa-apa. Kehamilan kerap kali ditandai dengan mual dan muntah atau yang istilah keren nya disebut dengan morning sickness. Lalu apakah morning sickness ini berbahaya? Seperti yang dilansir dari sejumlah penelitian, morning sickness ini ternyata mengakibatkan meningkatnya resiko komplikasi pada kehamilan. Bahkan, jika morning sickness terjadi pada trimester yang kedua atau pada masa kehamilan antara 12 hingga 21 minggu, akan berakibat pada komplikasi yang terjadi selama masa kehamilan.

Berbicara tentang bahaya morning sickness pada kehamilan trimester 2, tanda-tanda yang kerap muncul adalah rasa mual yang diikuti dengan muntah. Morning sickness ini biasanya terjadi di pagi hari hingga waktu siang hari. Ini memang umum terjadi, tapi anda harus memperhatikan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena menurut penelitian yang dilakukan di sebuah rumah sakit di wilayah Swedia, morning sickness ini bisa mengakibatkan resiko preeklampsia, kelahiran bayi dengan ukuran kecil, pemisahan pada plasenta bayi dari dinding rahim yang biasanya terjadi secara tiba-tiba. Apakah hanya itu saja? Tidak. Morning sickness yang terjadi dengan cukup parah akan berakibat pada dehidrasi serta kekurangan gizi yang diderita oleh si ibu. Ini karena semua asupan gizi yang seharusnya masuk ke tubuh ibu harus dikeluarkan lagi ketika si ibu sedang muntah. Jika hal ini terus berlanjut, potensi bayi terlahir secara prematur pun akan semakin meningkat.

Lalu apakah yang menyebabkan morning sickness atau yang juga disebut dengan Hyperemesis Gravidarum ini? Dugaan sementara adalah penyakit ini diakibatkan oleh HCG atau kepanjangan dari Human Chorionic Gonadotropin yang muncul dari plasenta ketika masa kehamilan yang pertama. Jika HCG ini meningkat, terutama pada trimester kedua, menandakan tidak normalnya pembentukan pada plasenta. Bagaimana cara mengatasinya? Yang pertama adalah rajin-rajinlah makan kacang-kacangan dan juga biji-bijian yang mengandung vitamin B6 serta protein. Usahakan untuk mengkonsumsi protein tidak kurang dari enam puluh gram setiap hari, karena protein sangat berperan penting untuk mengurangi morning sickness ini. Anda perlu menyajikan makanan yang mengandung protein ini secara tepat misalnya dengan tidak mencampurnya dengan lemak yang justru akan menghilangkan kandungan protein tersebut. Anda juga harus mengetahui waktu makan yang tepat. Akan lebih baik jika anda makan sedikit demi sedikit tapi teratur, dari pada langsung dalam jumlah besar tapi tidak teratur. Perhatikan apa yang dibutuhkan tubuh. Misalnya, jika anda makan makanan tertentu tetapi membuat anda semakin muntah, maka berhentilah memakannya karena tidak akan memberikan efek yang bagus untuk anda. Jika semua cara sudah anda lakukan tapi kondisi anda semakin buruk, maka pastikan anda segera periksakan diri ke dokter.