Terapi Kelainan Janin Pada Trimester 2

Angka kelainan pada bayi yang baru lahir atau ketika masih di dalam kandungan saat ini terbilang cukup tinggi. Sayangnya angka-angka tersebut semakin lama justru semakin meningkat. Untuk itulah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Para ahli berupaya untuk melakukan studi dan akhirnya menemukan cara untuk mengatasinya, yaitu dengan proses terapi. Terapi ini menggunakan intervensi antara intra dengan uterin. Terapi yang saat ini sedang dikembangkan di berbagai wilayah ini merupakan terapi yang efisien karena tidak mengharuskan dokter melakukan operasi besar terhadap ibu hamil. Adapun tujuan dari terapi ini adalah untuk memperbaiki adanya kelainan-kelainan yang terjadi pada janin yang terjadi akibat cacat atau kelainan bawaan.

Cacat ini merupakan cacat yang dibawa karena faktor yang tidak banyak diketahui. Namun demikian beberapa penelitian menguak sedikit faktor penyebabnya, yaitu faktor genetika dan faktor lingkungan. Sebelum dilakukan terapi kelainan janin trimester 2, harus dilakukan pemeriksaan USG terlebih dahulu. Ini adalah untuk mengetahui jenis cacat yang diderita bayi yang masih berada di dalam kandungan. USG sudah banyak digunakan di bidang kedokteran untuk melihat janin yang masih di dalam kandungan ibu. Dari hasil USG inilah bisa diketahui keadaan bayi yang sesungguhnya sehingga bisa mendeteksi cacat yang dia derita. Untuk faktor penyebab cacat bayi bawaan ini biasanya adalah adanya perbedaan pada rhesus sehingga bayi menolak nutrisi yang dibawa oleh darah ibu sehingga bayi menjadi kekurangan zat-zat yang dibutuhkannya untuk tumbuh dan berkembang. Untuk mengatasinya cukup digunakan imunisasi pada ibu supaya ibu tidak lagi menghasilkan zat antibodi berupa rhesus yang membuat bayi menolak asupan gizi dari darah ibu. Selain perbedaan rhesus ada juga kelainan lain yaitu hidrothorax yang berupa cairan yang terdapat pada rongga thorax. Cairan ini bisa dikeluarkan dengan cara ditusuk.

Akan tetapi ada juga kelainan janin yang harus ditangani secepat mungkin untuk menghindari bahaya yang bisa ditimbulkannya. Biasanya selain terapi juga dilakukan percepatan pada kelahiran, jika usia kandungan memungkinkan. Bahkan terkadang harus dilakukan aborsi untuk menyelamatkan nyawa si ibu. Oleh karena itu, diperlukan cek up secara rutin bagi ibu hamil untuk mengetahui keadaan janin dan kesehatannya. Ibu hamil harus rajin ke dokter dan mendengarkan saran dari dokter supaya jika terjadi sesuatu selama masa kehamilan bisa langsung terdeteksi dan diatasi secepat mungkin. Kemungkinan untuk terapi pada janin besar jika ibu didapati memiliki janin dengan kelainan tertentu. Cara ini terbilang aman dan paling banyak digunakan. Namun demikian, penting untuk selalu menjaga kesahatan selama kehamilan dengan memperhatikan pola makan, menu makanan, istirahat, dan lain sebagainya.