Perlukah Imunisasi Hib pada Balita?

Mungkin sebagian besar ibu di Indonesia tidak mengenal apa itu imunisasi Hib dan juga kegunaannya. Hal itu jelas, karena imunisasi Hib memang belum diwajibkan dari pemerintah Indonesia. Meskipun belum diwajibkan oleh pemerintah, bukan berarti imunisasi ini tidak penting karena Hib merupakan imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah dan IDAI. Sebenarnya, apakah imunisasi Hib dan perlukah imunisasi Hib pada balita? Hib merupakan singkatan dari Haemophilus influenzae type b. Haemophilus influenzae type b sendiri merupakan salah satu dari bakteri yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya, misalnya : Radang selaput otak, radang paru-paru/pneumonia, Radang epiglottis, infeksi tulang, dan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan cacat permanen bahkan kematian pada balita.

Lalu, perlukah imunisasi Hib pada balita? Sama halnya dengan kelima imunisasi dasar lengkap bagi balita, imunisasi Hib juga sangat diperlukan oleh balita untuk melindungi diri dari ancaman virus berbahaya. Bagi Anda yang biasa melakukan imunisasi di Posyandu atau Puskesmas, mungkin Anda tidak akan mendapati imunisasi Hib. Hal ini dikarenakan mahalnya harga vaksin dan tidak adanya subsidi untuk vaksin ini dari pemerintah sehingga mereka tidak menyediakan vaksin Hib. Nah, untuk mendapatkannya, Anda bisa mendatangi rumah sakit atau tempat praktek dokter specialis anak, karena biasanya mereka akan menyediakan bahkan menganjurkan pemberian vaksin Hib.

Tingginya resiko yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae type b, membuat kita wajib menempatkan imunisasi Hib ini sebagai imunisasi yang wajib bagi anak. Selain itu, bakteri jenis ini mudah menyebar di kalangan anak-anak di bawah 1 tahun yang system imunitasnya masih rendah. Namun, kurangnya sosialisasi dari pemerintah tentang imunisasi Hib dan mahalnya harga imunisasi Hib membuat sebagian ibu enggan untuk membawa anaknya ke dokter.

Nah, apabila ditanyakan kembali perlukah imunisasi Hib pada balita? Maka jawabannya adalah imunisasi Hib sangat perlu untuk melindungi balita dari ancaman bakteri penyebab penyakit berbahaya. Imunisasi HIB ini diberikan untuk anak balita dengan cara disuntikkan ke dalam otot di sekitar paha. Untuk pemberiannya sendiri dapat dilakukan sebanyak sebanyak 4 kali, yakni : pertama ketika anak berumur 2 bulan, kedua saat berumur 4 bulan, ketiga saat berumur 4 bulan, dan yang terakhir adalah saat anak berusia 15 hingga 18 bulan. Imunisasi Hib ini bisa diberikan bersamaan dengan imunisasi lainnya (kombinasi), misalnya dengan DPT (Difteria, Pertussis dan tetanus) atau bisa juga bersamaan dengan imunisasi lainnya, misalnya Hepatitis B.