
Setiap 20 detik, ada 1 balita yang meninggal di dunia karena pneumonia. Artinya, sekitar 20 persen kematian pada balita di dunia disebabkan pneumonia. Pneumonia memang merupakan penyebab kematian 1,5 juta anak pada usia di bawah lima tahun (balita) di dunia setiap tahunnya. Menurut data dari UNICEF, ada sekitar 155 juta kasus pneumonia anak setiap tahunnya di dunia. Pneumonia atau yang dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan radang paru-paru adalah infeksi pernapasan akut akibat pulmonary alveolus atau alveoli tidak bekerja secara maksimal ketika mengisi udara di paru-paru. Alveoli yang bertanggung jawab menyerap oksigen meradang dan terisi cairan. Penyebabnya dapat bermacam-macam, di antaranya bakteri, virus, atau jamur.
Dari berbagai penelitian, disebutkan bahwa kebanyakan pneumonia pada anak disebabkan oleh dua jenis bakteri. Salah satu bakteri penyebab Pneumonia adalah Haemophilus Influenzae type B (Hib). Bakteri ini termasuk bakteri yang juga menjadi penyebab meningitis akut (infeksi pada selaput yang menutupi otak) pada anak-anak. Sesak atau susah napas, batuk, demam, menggigil, kehilangan nafsu makan, napas yang tidak teratur atau berbunyi, sakit pada dada, atau sakit pada perut merupakan gejala-gejala yang dapat ditemui dari mereka yang terserang pneumonia. Bahkan, pada kasus tertentu, sang penderita dapat kehilangan kesadaran, kejang-kejang, dan muncul warna kebiruan ada kuku atau bibir.
Salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyakit pneumonia ini adalah dengan memberikan imunisasi Hib, selain Imunisasi BCG, DTP, Campak, Influenza, dan vaksin khusus Pneumokokus (PCV 7, PCV 13). Mengingat salah satu penyebab penyakit pneumonia ini adalah bakteri Hib. Selain itu, gizi yang mencukupi dan lingkungan yang bersih adalah dua hal yang sangat berperan dalam pencegahan penyakit yang sudah merenggut nyawa 13,2 persen anak balita di Indonesia. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan juga mempunyai manfaat yang tak kecil terkait dengan pencegahan penyakit ini, selain membiasakan anak untuk berperilaku sehat dengan sembarangan membeli makanan dan minuman yang dijajakan di luar.

