
Keberadaan bakteri Haemophilus Influenza type B (HiB) yang dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, membuat imunisasi HiB menjadi salah satu imunisasi yang penting. Imunisasi ini melindungi penerimanya dari berbagai penyakit yang muncul akibat bakteri HiB. Sampai sejauh ini, imunisasi HiB cukup efektif memberi kekebalan pada penerimanya terhadap penyakit radang selaput otak (meningitis), radang paru-paru (pneumonia), radang epiglotis (kerongkongan), dan keracunan darah (septicaemia).
Imunisasi yang diberikan dengan cara disuntikkan di bagian otot paha ini belakangan sudah dapat diberikan dalam satu suntikan bersama imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) hingga cakupan penyakit yang dapat dicegahpun menjadi lebih kompleks. Meski tetap untuk meningitis, imunisasi HiB hanya memberi kekebalan terhadap meningitis yang disebabkan oleh bakteri HiB dan tidak oleh organisme lainnya. Imunisasi gabungan yang satu ini kemudian diberi nama Imunisasi Infanrif HIB (DPaT-HiB). Tidak hanya bersama imunisasi DPT, Imunisasi HiB juga boleh diberikan bersama Imunisasi Hepatitis B. Di Indonesia, ada dua jenis vaksin HiB yang beredar, yakni Act HiB dan Pedva
Dilihat dari banyaknya penyakit yang dapat dicegah, tampaknya pemberian imunisasi ini menjadi sangat penting untuk diberikan sebelum bayi berusia 1 tahun. Imunisasi ini dianjurkan untuk diberikan pada bayi yang akan bepergian ke luar negeri dimana harganya memang masih terbilang relatif mahal. Pada beberapa rumah sakit, imunisasi yang satu ini bisa memakan biaya sekitar 200-250 ribu rupiah. Tak aneh jika untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah, pemberian imunisasi ini masih kurang mendapat perhatian dan kurang populer. Sehingga tidak mengherankan jika Indonesia masih menjadi daerah endemik bagi penyakit meningitis. Melihat kenyataan ini sangat disayangkan, padahal ada imunisasi HiB yang dapat mencegah penyakit meningitis akibat infeksi HiB.

