
Pada masa sekarang ini, para orang tua wajib mengantongi banyak informasi mengenai berbagai macam imunisasi, baik yang diwajibkan maupun dianjurkan. Apalagi jika mengingat begitu pentingnya peran imunisasi terkait dengan kekebalan tubuh dan pencegahan berbagai penyakit. Kenal lebih dekat dengan Imunisasi Hib atau Haemophilus Influenzae type B sudah tentu termasuk di dalamnya. Pasalnya, bakteri Haemophilus Influenzae type B nyatanya tak hanya menyebabkan meningitis, tetapi juga penyakit-penyakit lainnya. Pneumonia dan infeksi tenggorokan berat bisa menyebabkan anak tersedak, adalah dua hal yang dapat terjadi akibat terinfeksi bakteri Hib.
Mengingat pentingnya mencegah infeksi karena bakteri Hib, maka Imunisasi HiB perlu diberikan. Sayangnya tak banyak dokter menganjurkan Imunisasi HiB ini. Mengingat harga vaksin yang relatif mahal, masih ada kalangan dokter yang memandang bahwa imunisasi HiB tidak perlu untuk bayi. Ada anggapan juga dari kalangan dokter bahwa penyakit radang otak jenis ini lebih banyak dijumpai di negeri dingin. Atau dengan kata lain, penyakit akibat infeksi bakteri HiB masih tergolong jarang terjadi di Indonesia. Pendapat itu kontra dengan kenyataan angka kematian yang tergolong tinggi pada penderita penyakit meningitis di Indonesia. Minimnya pemahaman tentang meningitis atau peradangan otak ini, serta banyaknya orang tua yang tidak mencoba untuk kenal lebih dekat dengan keberadaan Imunisasi HiB, merupakan penyebab tingginya angka kematian akibat meningitis HiB.
Dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang terbuka, Imunisasi HiB semakin penting diberikan. Orang-orang yang datang dari negara-negara musim dingin diduga terdapat bakteri HiB. Karena hal itu, seharusnya imunisasi HiB diberikan dan sudah semestinya semakin banyak orang kenal lebih dekat dengan Imunisasi HiB. Seperti juga imunisasi lainnya, Imunisasi HiB memiliki jadwal pemberian yang sebaiknya diikuti. Imunisasi ini dapat dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu 2 kali saat bayi berusia di bawah 1 tahun dan sekali dilakukan di atas usia 1 tahun. Ada jarak waktu imunisasi HiB yang pertama dan kedua, yaitu sebulan. HiB ketiga dilakukan setelah setahun dari pemberian imunisasi yang terakhir kali dilakukan.
Adalah hal yang baik bila imunisasi HiB diberikan pada bayi yang ingin diajak pergi ke luar negeri, terutama negeri-negeri yang memiliki musim dingin. Imunisasi HiB diberikan 3 kali, yakni sebelum usia 1 tahun, setelah usia 1 tahun, dan sebelum berangkat ke luar negeri. Mengingat imunisasi HiB bukan obat, maka bila sering diberikan tak ada overdosis. Pemberian Imunisasi HiB dapat dilakukan dengan suntikan di bagian otot paha bersama Imunisasi Difteria, Pertussis, dan Tetanus (DPT).

