Jadwal Imunisasi Hib

Jadwal imunisasi memang sering kali masih membingungkan bagi sebagian besar ibu. Apalagi yang menyangkut jadwal Imunisasi Hib atau Imunisasi Haemophilus Influenzae type B sebagai salah satu imunisasi anjuran. Pasalnya, sebagian dokter memang tak menganjurkan pemberian imunisasi ini, mengingat biayanya yang tak bisa dibilang murah. Padahal imunisasi ini sebenarnya sangat penting dan diperlukan, terutama bagi anak yang berusia di bawah 5 tahun. Usia ini termasuk usia yang sangat rentan akan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Haemophilus Influenzae type B. Penyakit meningitis, infeksi paru, infeksi tenggorokan, dan infeksi tulang adalah beberapa penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Haemophilus Influenzae type B. Tidak hanya itu, bakteri yang satu ini juga dapat berdampak fatal bagi bayi, bahkan kematian.

Maka, sangat dianjurkan jika Imunisasi Hib yang dikembangkan dan dilisensikan pada tahun 1987 di Amerika Serikat ini sudah diberikan sejak anak berusia di bawah setahun. Vaksin Hib diberikan sebagai suntikan ke dalam otot yang berada di sekitar paha bayi. Rekomendasi umum dari pemerintah Indonesia untuk jadwal Imunisasi Hib adalah sebanyak 4 kali. Dosis pertama diberikan pada saat bayi berusia 2 bulan. Lalu, dilanjutkan dengan imunisasi kedua dan ketiga pada saat bayi berusia 4 bulan dan 6 bulan. Sementara, tahap keempat diberikan saat bayi sudah berusia 15 sampai 18 bulan.

Meskipun radang selaput otak yang coba dicegah melalui imunisasi ini lebih banyak dijumpai di negeri dingin, seperti Australia, Amerika, atau negara-negara di Eropa, tidak ada salahnya untuk juga mendapatkan perhatian dari para orang tua. Apalagi dengan semakin mengglobalisasinya Indonesia sekarang ini. Orang tua yang ingin mengajak bayinya pergi ke negeri dingin, misalnya, sebaiknya sudah terlebih dahulu memperhatikan jadwal Imunisasi Hib. Sebisa mungkin sang bayi sudah mendapatkan suntikan Imunisasi Hib. Bahkan demi keamanan, sebelum berangkat, sang anak sebaiknya disuntik kembali meskipun anak tersebut sudah mendapatkan 4 kali suntikan. Pasalnya, imunisasi bukanlah obat yang bisa mengakibatkan overdosis pada penerimanya.