Bayi Sudah Diimunisasi Varisela Masih Terinfeksi Cacar Air

Bayi sudah diimunisasi varisela masih terinfeksi cacar air? Apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi? Sebelum berbicara lebih jauh tentang jawaban dari pertanyaan ini, anda sebaiknya terlebih dahulu mengetahui seluk beluk vaksin Varisela. Vaksin ini tentu saja hanya dianjurkan untuk mereka yang belum pernah terserang cacar air dan telah digunakan di Amerika sejak tahun 1995.

Untuk anak berusia 12 hingga 18 tahun, vaksin yang diberikan tidak boleh lebih dari satu dosis, sedangkan setelah usia itu harus diberikan sebanyak 2 dosis. Dua dosis disini tidak boleh diberikan secara langsung, melainkan satu dosis sebanyak dua kali dengan rentang waktu dosis pertama ke kedua antara 4 hingga 8 minggu. Fakta menunjukkan bahwa vaksin ini bisa mencegah cacar air hingga 90 persen.

Amankah Vaksin Varisela?
Varisela adalah vaksin yang sangat aman, walaupun pada beberapa anak ada kemungkinan timbul bengkak dan ruam merah pada lokasi suntikan. Ini tidak berbahaya dan timbulnya pun berkisar antara 1 hingga 3 minggu setelah imunisasi. Kendati demikian, anda sebaiknya tidak memberikan vaksin ini kepada anak anda jika dia ternyata alergi terhadap gelatin atau neomisin. Begitupun dengan anak yang sudah terinfeksi HIV harus diperiksakan ke dokter untuk memastikan apakah memungkinkan untuk diberikan vaksin ini.
Khusus untuk bayi, vaksin Varisela sudah boleh diberikan saat ia berusia 1 tahun. Harga yang harus dibayar untuk mendapatkan vaksin inipun bervariasi, antara tiga ratus hingga empat ratus ribuan. Mahal memang, namun rasanya cukup sebanding dengan perlindungan yang diberikan untuk anak anda.

Ringan dan Cepat
Bayi sudah diimunisasi varisela masih terinfeksi cacar air menjadi kondisi yang amat sangat menjengkelkan bagi sebagian ibu diluar sana, dan barangkali anda juga merasakan hal yang sama. Sudah menghabiskan banyak uang untuk si kecil tapi ternyata masih saja terserang cacar air. Bagaimana ini? Apakah vaksin yang diberikan memang hanya akan melindungi tubuh untuk beberapa bulan atau tahun saja?

Jangan panik, sebab apa yang terjadi sebenarnya tidak seburuk atau separah yang anda pikirkan. Pemberian vaksin memang bertujuan untuk mencegah penyakit cacar air, namun untuk beberapa kasus memang kemungkinan terserang penyakit ini tetap ada. Yang harus anda catat adalah tingkat keparahan penyakit setelah seorang anak diimunisasi. Setelah mendapat vaksin, bayi memang bisa saja terkena cacar air tapi akan segera sembuh setelah diberikan obat dan salep. Anda dapat membaca Tips Merawat Bayi Yang Terkena Cacar Air.

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa tingkat keefektifan vaksin Varisela dalam rangka mencegah cacar air adalah sebesar 90 persen. Jadi, wajar jika kemudian ada kemungkinan akan terkena penyakit ini, terutama seorang bayi yang daya tahan tubuhnya masih sangat-sangat lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit.

Tentu saja, imunisasi untuk mencegah cacar air saja tidak cukup mengingat ada banyak penyakit yang bisa menyerang buah hati anda tercinta. Oleh karena itu, anda bisa juga memberikan vaksin lain untuk mencegah beberapa penyakit lain yang tidak kalah bahayanya, seperti hepatitis, polio, dan lain-lain. Tingkat keberhasilan vaksin tidak bisa disamaratakan pada semua orang, seperti halnya fakta tentang bayi sudah diimunisasi varisela masih terinfeksi cacar air.