Perubahan Fisik Ibu Hamil Trimester Kedua

Apakah anda sudah mengenali semua perubahan fisik pada trimester kedua yang mungkin anda alami? Jika dibandingan dengan trimester kehamilan sebelum dan sesudahnya, perubahan fisik ibu hamil trimester kedua lebih sinifikan dan kompleks. Masa kehamilan trimester kedua merupakan masa pertengahan atau masa peralihan,yang tenang namun penuh gejolak. Mengapa disebut demikian? Karena pada masa ini ibu hamil mengalami perubahan yang signifikan baik dari segi fisik maupun psikologis. perubahan dari dua segi ini bisa saling mempengaruhi satu sama lain. Artinya, perubahan fisik memberikan dampak pada perubahan psikologis, begitu pula sebaliknya. Misanya perubahan bentuk, salah satunya bisa mempengaruhi citra diri ibu hamil tersebut, apakah ia merasa nyaman atau tidak dengan fisik yang telah berubah. Dalam artikel ini akan dibahas secara mendalam apa sajakah perubahan fisik yang mungkin terjadi pada masa kehamilan trimester kedua.

Perut Semakin Membesar

Ciri perubahan fisik yang paling menonjol dan khas pada trimester kedua kehamilan yaitu ditandai oleh perut yang semakin membesar. Perut yang membesar ini pertanda bahwa janin semakin tumbuh dan berkembang sehingga rahim pun juga mengalami peningkatan volume. Pada trimester kedua ini, yaitu pada usia kehamilan 16 minggu rahim akan membesar hingga melewati rongga pangggul. Dan secara umum berat badan wanita yang hamil akan terus bertambah 2 kg setiap bulannya.

Sistem Pencernaan

Perubahan volume rahim dan perut juga membawa perubahan pada organ tubuh lain, yaitu sistem pencernaan. Perubahan pada sistem ini terjadi karena kadar hormon estrogen yang semakin meningkat. Karena sistem pencernaan yang sedikit terganggu karena adanya perubahan, ibu hamil akan mengalami keluhan seperti perut kembung yang disebabkan oleh tekanan rongga perut yang membesar kemudian mendesak organ pencernaan ke atas. Selain itu, perubahan fisik ibu hamil trimester kedua ini juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti wasir dan panas perut.

Payudara Membesar

Selain perut yang membesar secara drastis, payudara ibu hamil juga akan membesar. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan jaringan suplai darah dan alveolar payudara, puting susu juga akan semakin menonjol dan mengeras, bahkan areola menjadi semakin gelap. Selain itu, pada usia kehamilan 12 minggu atau lebih, puting susu akan mengeluarkan kolosrum, yaitu cairan berwarna putih jernih.

Ovarium dan Vagina  

Perubahan kehamilan ini lebih membawa perubahan pada organ kewanitaan. Korpus leteum pada ovarium mulai menghasilkan hormon progesterone dan esterogen, kemudian terbentuklah plasenta yang menjadi sumber reproduksi hormon tersebut. Plasenta kemudian semakin berkembang membentuk berbagai hormon yang nantinya dapat menggantikan fungsi korpus luteum. Peningkatan hormon progesteron dan esterogen juga membawa dampak pada vaskularitas area vagina dan vulva. Hal ini menyebabkan sensitivitas dan inilah yang menyebakan meningkatnya gairah seksual.

Badan Cepat Lelah

Akibat dari pengaruh bertambahnya hormon, pembuluh darah akan semakin melebar dan akibatnya jantung akan memompa lebih banyak darah. Jantung akan bekerja keras. Apabila tubuh lemah, jantung tidak akan bekerja secara maksimal sehingga sering terjadi keluhan kesehatan seperti badan cepat lelah dan kepala pening. Untuk menghindari keluhan kesehatan ini, hindarilah duduk atau berdiri terlalu lama karena darah akan lambat atau sulit untuk sampai ke kepala. Berdirilah secara pelan dan perlahan agar tekanan darah stabil.