Waspadai Strech Marks Pada Trimester Kedua

Ternyata, saat usia kehamilan memasuki trimester kedua, bukan hanya terjadinya varises saja yang dikhawatirkan ibu hamil tapi juga munculnya stretch mark pada kulit. Perubahan dan peregangan pada kulit menyebabkan timbulnya strech marks.

Sebenarnya apa sih stretch marks itu? Strech marks adalah tanda parut berupa guratan putih memanjang dengan pola yang tidak beraturan yang muncul sebagai akibat terjadinya peregangan pada kulit selama kehamilan. Peregangan ini menyebabkan jaringan elastis di bagian bawah kulit menjadi robek, sehingga muncullah stretch marks. Strech marks biasanya muncul di area perut, paha dan juga lengan.

Walaupun bisa hilang dengan sendirinya, namun tak jarang stretch marks tetap meninggalkan bekas yang sangat sulit dihilangkan. Bahkan hingga saat ini belum ada obat yang bisa benar-benar mencegah atau menghilangkan stretch marks. Untuk itu, alangkah baiknya ibu hamil menghindari terjadinya stretch marks dengan mengikuti beberapa tips berikut ini :

  1. Konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari. Dengan rajin minum air putih diharapkan elastisitas kulit akan terjaga dan resiko terjadinya stretch marks bisa diminimalisir.
  2. Untuk meningkatkan elastisitas kulit, bisa juga dengan menggunakan pelembab pada area yang rawan terkena stretch marks.
  3. Jaga berat badan ideal selama kehamilan. Jika kenaikan berat badan terlalu drastis, maka peregangan pada kulit juga akan meningkat dan itu berarti resiko terjadinya stretch marks-pun akan meningkat.
  4. Lakukan olah raga ringan atau juga pijatan ringan karena dapat memperlancar sirkulasi darah dan oksigen. Lancarnya sirkulasi darah dan oksigen ternyata mampu meminimalisir terjadinya stretch marks.
  5. Perbanyak konsumsi buah dan sayur. Selain itu, konsumsi juga makanan yang banyak mengandung vitamin A, E dan C seperti wortel, telur dan susu.