
Memasuki trimester kedua masa kehamilan, mulai terjadi perubahan fisik pada ibu hamil. Perubahan yang paling terlihat tentu adalah perubahan bentuk rahim yang semakin membesar. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah balik(vena) di sekitar perut jadi tertekan, sehingga aliran darah di area bawah perut menjadi tidak lancar. Jika hal ini terus berlanjut maka dapat menimbulkan terjadinya varises.
Selain perubahan bentuk rahim, ternyata faktor hormonal juga bisa memicu timbulnya varises. Hormon progesteronlah yang mempengaruhi dan menyebabkan perubahan pada elastisitas dinding pembuluh darah. Akibatnya pembuluh darah mudah sekali mengalami pelebaran.
Kemunculan varises biasanya ditandai dengan adanya tonjolan-tonjolan pembuluh darah di permukaan kulit di daerah betis. Walaupun tampak sepele, namun varises bisa mengurangi rasa percaya diri karena bisa merusak penampilan kita. Selain itu varises juga menimbulkan rasa nyeri, pegal dan kaku pada betis. Umumnya, wanita yang sudah terkena varises saat sebelum hamil, akan terkena varises lebih parah saat hamil. Wanita yang hamil pada usia di atas 40 tahun juga rentan akan penyakit ini. Begitu juga pada kehamilan kedua, ketiga dan seterusnya serta pada kehamilan bayi kembar. Walaupun biasanya varises menyerang area betis, tapi ternyata bisa juga terjadi varises pada vagina.
Tips Mencegah Terjadinya Varises
- Olah raga saat hamil sangat disarankan untuk mencegah varises. Lakukan olah raga ringan seperti berjalan kaki atau melakukan pekerjaan rumah.
- Cobalah meletakkan kaki pada posisi lebih tinggi saat berbaring atau duduk santai. Dengan demikian aliran darah pada pembuluh vena yang menuju jantung menjadi lebih lancar.
- Hindari menekuk atau menyilangkan kaki saat duduk karena akan menyebabkan pembuluh vena tertekan.
- Sebaiknya lebih sering berbaring dengan posisi miring ke kiri. Hal ini bertujuan agar pembuluh vena yang terletak di belakang rahim agak ke kanan tidak tertekan.

