
Bahan makanan sumber protein baik protein hewani maupun nabati diperkenalkan kepada bayi paling akhir atau setelah bayi benar-benar terampil makan. Pada umumnya makanan-makanan ini diberikan setelah bayi berusia 8 bulan. Awalnya berupa bubur saring. Kemudian berlanjut dalam bentuk nasi tim setelah berusia 9 bulan dan sudah tumbuh gigi susu. Jika ternyata setelah usia 9 bulan bayi belum tumbuh gigi, lanjutkan pemberian bubur saringnya
Menginjak usia 8 bulan, organ pemcernaan bayi sudah dapat dilatih untuk mencerna makanan yang proses pencernaannya rumit seperti protein hewani. Dalam kelompok sumber protein hewani hanya yoghurt khusus bayi, yoghurt tawar, keju alami dan tempe yang mudah dicerna karena kandungan proteinnya sudah dicerna oleh bakteri dan jamur di dalam usus bayi.
Berikut adalah makanan sumber protein yang aman untuk bayi dan bagaimana cara penyajiannya dalam bentuk makanan bayi yang aman
- Telur, terutama bagian kuningnya. Dimasak hingga matang, tidak dianjurkan diberikan setengah matang
- Hati, seperti hati ayam dan hati sapi. Dicincang halus dan dimasak hingga empuk
- Daging ikan, seperti ikan kakap, salmon, gindara, marlin, tenggiri. Dibersihkan dari duri-durinya, dicincang halus dan dimasak hingga empuk
- Daging ayam, pilih bagian dada buang bagian kulit dan lemaknya. Dicincang halus dan dimasak hingga empuk
- Daging sapi, pilih yang tidak berlemak dan empuk seperti bagian has dalam (sirloin) dan has luar (tenderloin). Dicincang halus dan dimasak hingga empuk
- Keju, pilihlah keju alami yang muda. Diparut menggunakan parutan kelapa atau diserut halus dengan serutan keju dan dimasak hingga empuk
- Kacang merah baik yang segar maupun yang kering. Untuk kacang merah kering harus direndam dulu hingga empuk (semalaman) dan dimasak hingga empuk lalu dihaluskan
- Kacang hijau baik kacang hijau berkulit maupun kupas. Direndam hingga mengembang (4-6 jam) dan dimasak hingga empuk
- Kacang tolo. Direndam hingga mengembang dan dimasak hingga empuk
- Tempe, pilih tempe yang masih segar jangan yang sudah berbau amoniak. Diparut pelan dengan menggunakan parutan kelapa, atau dengan parutan keju atau dicincang halus kemudian dimasak hingga empuk
- Tahu, pilihlan tahu putih tanpa pewarna dan tanpa bahan pengenyal. Hati-hati, bayi sangat sensitif terhadap kerusakan tahu yang dapat mengakibatkan diare. Dihaluskan dan dimasak hingga matang

