Mengukur Gerakan Janin Pada Trimester Kedua

Merasakan gerakan janin pada masa kehamilan merupakan saat yang paling berkesan bagi seorang ibu. Walaupun terkadang menyebabkan rasa sakit pada perut ibu, namun gerakan janin ternyata merupakan salah satu indikasi kesehatan janin dalam kandungan. Gerakan janin biasanya bisa dirasakan pada kehamilan trimester kedua dengan total gerakan 200-500 gerakan per hari. Saat usia kehamilan semakin tua, maka gerakan janin juga semakin aktif. Hal ini menunjukkan si janin dalam kondisi sehat. Akan tetapi jika hal sebaliknya yang terjadi, maka ibu hamil harus memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah janin yang dikandung mengalami gangguan atau tidak.

Mengukur Gerakan Janin

Mengukur gerakan janin sebaiknya dilakukan saat usia kehamilan mencapai 24 minggu. Saat akan mengukur gerakan janin, sebaiknya ibu pada kondisi rileks dan memilih jam-jam dimana janin sering bergerak. Selama perhitungan berlangsung usakan gerakan yang dirasakan sealamiah mungkin dan tidak memaksakan janin untuk bergerak.

Ada 2 metode yang digunakan untuk mengukur gerakan janin, yaitu:

Metode Cardiff ( Count To Ten )

Hitunglah serangkain gerakan janin sebagai satu hitungan. Misalnya pada jam 10 pagi bayi bergerak sebanyak 3 kali,maka rangkaian gerakan tersebut dihitung sebagai gerakan pertama. Pada jam berikutnya bayi bergerak sebanyak 10 kali, maka rangkaian gerakan tersebut dihitung sebagai gerakan kedua. Begitu seterusnya hingga mencapai waktu 12 jam. Jika sebelum 12 jam ibu sudah merasakan 10 gerakan, maka perhitungan dihentikan. Hal ini menunjukkan bahwa janin dalam kondisi sehat.

Metode Sardovsky ( Four In One Hour )

Teknik ini dilakukan dengan cara memiringkan tubuh ibu hamil ke kiri selama 1 jam. Selama 1 jam, ibu harus merasakan minimal 4 gerakan janin. Jika sebelum 1 jam ibu sudah merasakan 4 gerakan, maka perhitungan dihentikan. Hal ini menunjukkan janin dalam kondisi sehat. Tapi jika belum merasakan gerakan, cobalah minum sirup atau air manis lalu coba ulangi lagi.