
Dari dulu hingga sekarang, imunisasi pada balita selalu menuai pro dan kontra. Ada kalangan yang setuju dan tidak sedikit orang-orang menolak mentah-mentah, bahkan hingga melakukan demonstrasi agar imunisasi pada balita ditiadakan. Termasuk untuk imunisasi hepatitis. Dengan adanya pro dan kontra, Anda mungkin bertanya-tanya, perlukah imunisasi hepatitis pada balita?
Untuk bisa menjawab pertanyaan, perlukah imunisasi hepatitis pada balita? Anda harus tahu lebih dulu mengenai manfaat dan juga efek samping dari imunisasi hepatitis pada balita. Berikut ini uraiannya.
Manfaat imunisasi hepatitis pada balita
Vaksin yang diberikan pada imunisasi hepatitis mempunyai manfaat yang cukup berarti. Manfaat ini di antaranya adalah melindungi tubuh dari serangan virus hepatitis yang bisa mematikan. Virus hepatitis sendiri merupakan jenis virus yang biasanya menyebabkan penyakit kerusakan hati. Meskipun penyakit ini bisa disembuhkan, tak sedikit penderita penyakit hepatitis berakhir dengan kematian.
Penyakit hepatitis memang banyak diderita orang-orang dewasa. Penularannya juga berisiko bagi orang-orang dewasa. Akan tetapi, balita yang mempunyai daya tahan tubuh masih lemah merupakan sasaran empuk dalam penularan penyakit ini. Apalagi jika penderita berada di lingkungan sekitar balita.
Untuk itulah, pemberian vaksin hepatitis menjadi penting. Meskipun terpapar dekat dengan penderita penyakit hepatitis, balita akan mempunyai daya tahan tubuh yang cukup dalam menolak infeksi virus hepatitis tersebut.
Efek samping imunisasi hepatitis pada balita
Beberapa balita yang mendapatkan imunisasi hepatitis mengalami berbagai keluhan. Keluhan-keluhan ini tentu saja tidak terucapkan karena mereka masih balita. Akan tetapi dilihat dari gejalanya, keluhan yang terjadi biasanya berupa demam dan reaksi alergi (gatal, muntah, atau kemerahan). Selain dua keluhan tadi, beberapa kasus pernah mencuat di luar negeri. Di sana, konon imunisasi hepatitis menyebabkan rambut rontok, kematian bayi secara tiba-tiba (sudden infant death syndrome), penyakit otoimun, penyakit multiple sklerosis, hingga diabetes. Akan tetapi karena penyakit-penyakit ini masih rumor yang belum ada bukti tertulisnya, Anda sebaiknya berhati-hati dalam menyikapinya.
Nah, itulah penjelasan mengenai manfaat dan juga efek samping dari imunisasi hepatitis pada balita. Jadi, perlukah imunisasi hepatitis pada balita? Semua terserah kepada Anda. Pastikan Anda mempertimbangkannya secara matang. Konsultasi dengan dokter ahli akan lebih baik. Semoga bermanfaat.

