Manfaat Imunisasi Tifoid untuk Bayi

Manfaat Imunisasi Tifoid pada bayi ternyata tak bisa dipandang remeh. Tidak hanya pada kekebalannya terhadap demam tifoid atau yang sering disebut penyakit tifus, namun juga turut berperan dalam hal mencegah penyebarannya pada orang-orang di sekitarnya. Bila bayi tidak diberi Imunisasi Tifoid, sudah tentu tubuhnya tak akan sanggup melawan serangan bakteri Salmonela thypi yang menjadi penyebar penyakit yang satu ini. Selain itu, bayi yang tidak menerima Imunisasi Tifoid juga akan menjadi media penyebar bakteri tadi. Dengan informasi ini maka Anda harus mulai melek mengenai manfaat imunisasi ini karena bisa menjadi sumber kekebalan bayi Anda dari penyakit tifus.

Memang, harus kita akui bahwa beberapa orang tua memang masih agak ketakutan akan efek sementara yang ditimbulkan setelah pemberian Imunisasi Tifoid ini hingga ragu untuk memberikan imunisasi anjuran ini pada bayinya. Padahal demam ringan hingga tinggi, bengkak, kemerahan, dan bayi menjadi agak rewel merupakan reaksi umum setelah imunisasi dan umumnya akan hilang dalam waktu 3-4 hari, meski ada yang berlangung lebih lama. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan untuk masih juga ragu memberikan imunisasi yang satu ini pada bayi. Meski memang perlindungan Imunisasi Tifoid tidak menjamin 100% bebas dari penyakit tifus, bayi yang menerima imunisasi tifoid memiliki peluang kecil mengalami tifus. Paling tidak Imunisasi Tifoid ini akan melindungi bayi dari tifus yang parah, bila masih mengalami tifus. Imunisasi Tifoid juga mencegah akibat fatal dari penyakit tifus.

Bila bayi menderita tifus, dari lambung bayi, bakteri Salmonela thypi akan dengan mudah menyebar ke seluruh organ tubuh lainnya. Bayi yang mengalami infeksi bakteri tifoid akan mengalami gejala awal tifus berupa demam, badan mengigil, dan beberapa gejala lainnya. Komplikasi demam tifoid dapat menyebabkan penyakit serius dan kematian. Imunisasi Tifoid sudah dapat diberikan pada anak dengan usia 2 tahun. Satu kali suntikan menjamin perlindungan terhadap Salmonella paratyphi A dan B, dan melindungi penyakit ini sekurang-kurangnya 3 tahun. Maka, imunisasi ini perlu diberikan berkala setiap 3 tahun.

Imunisasi tifoid juga dikenal dengan nama Tivim. Di Amerika, sudah menjadi hal yang biasa bila bayi mendapatkan Imunisasi Tifoid. Sejauh ini, Imunisasi Tifoid dapat diperoleh dengan metode suntikan yang berguna untuk membunuh bakteri kuman penyebab tifus. Sedangkan imunisasi dengan metode oral, berfungsi untuk melemahkan kuman. Jadi, sepertinya memang sudah tak perlu diragukan lagi manfaat pemberian Imunisasi Tifoid ini pada bayi.

Mari, mulai menjadwalkan semua imunisasi yang bermanfaat bagi bayi Anda. Bayi membutuhkan bantuan untuk menjaga dirinya dari serangan berbagai penyakit dan membuatnya tetap tumbuh dan berkembang dengan baik. Imunisasi, yes!