
Imunisasi Tifoid adalah salah satu imunisasi anjuran. Meskipun bukan termasuk yang diwajibkan, Imunisasi Tifoid pun bertujuan untuk melindungi dan mencegah seseorang terserang demam tifoid. Seperti yang sudah diketahui, jika tidak mendapatkan penanganan yang baik, demam tifoid pun dapat menyebabkan kematian. Hal ini tentu saja dapat dijadikan sebagai salah satu alasan mengapa Imunisasi Tifoid dianjurkan untuk diberikan, meskipun kata anjuran sebenarnya lebih pas jika ditambahi embel-embel “sangat”. Pasalnya, penyebaran dari bakteri salmonella typhi yang menjadi penyebab dari demam tifoid ini amatlah mudah. Lingkungan yang tak bersih, termasuk pada makanan dan minuman, menjadi media yang paling ampuh untuk penyebaran penyakit ini.
Lingkungan yang tidak bersih bisa menjadi salah satu pencetus tertularnya bayi dari berbagai penyakit. Maka, Anda sudah harus mulai memerhatikan kebersihan minimal dari rumah Anda sendiri untuk melindungi si kecil. Selain itu, jangan lupa kebersihan rumah harus berbanding seimbang dengan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan pada si kecil. Pola masak yang benar dan higienis bisa menjadi pelindung tubuh si kecil menghindari berbagai penyakit terlebih jika konsumsi makanan dan minuman bergizinyapun tercukupi dengan baik.
Menghindari tifoid ini harus dilakukan, karena penyakit ini menyeramkan, belum lagi jika melihat komplikasi dari penyakit tifoid, seperti pengikisan pada usus dan pneumonia. Pentingnya Imunisasi Tifoid sebenarnya dapat disejajarkan dengan imunisasi wajib, seperti BCG, DPT, Polio, Hepatitis, atau Campak. Imunisasi anjuran sendiri merupakan imunisasi nonprogram. Selain Tifoid, imunisasi anjuran lainnya adalah MMR (Mumps Measles Rubella), Hib (Hemophilus Influenzae tipe B), meningitis, influenza, IPD (Invasive Pneumococcal Disease), dan hepatitis A. Semua imunisasi anjuran, termasuk Imunisasi Tifoid, tentu juga sebenarnya penting untuk diberikan demi meningkatkan kekebalan seseorang terhadap penyakit-penyakit tertentu. Imunisasi sendiri sebenarnya terbagi menjadi dua, yakni imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian suatu bibit penyakit yang telah dilemahkan (vaksin). Contoh imunisasi aktif adalah Imunisasi Polio, Campak, dan termasuk Tifoid. Sementara, imunisasi pasif adalah proses peningkatan kekebalan tubuh dengan cara memberikan zat imunoglobulin, yaitu zat yang dihasilkan melalui suatu proses infeksi yang dapat berasal dari plasma manusia (kekebalan yang didapat bayi dari ibu melalui plasenta) atau binatang.
Imunisasi Tifoid seperti juga imunisasi yang lain dilakukan secara berkala. Imunisasi yang satu ini sudah dapat diberikan pada anak berusia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun. Pengulangan ini diperlukan mengingat kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran bakteri penyebab demam tifoid. Untuk anak, imunisasi ini diberikan dengan cara disuntik. Sementara, imunisasi oral dapat diberikan kepada anak dengan usia 6 tahun atau lebih. Pertanyaannya sekarang, sudahkah Anda mendapatkan manfaat Imunisasi Tifoid sebagai salah satu imunisasi anjuran?

