Jadwal Pemberian Imunisasi Tifoid

Dalam berapa tahun sekali Vaksin Tifoid harus diberikan? Apakah vaksin yang satu ini memang benar-benar penting untuk diberikan? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu masih kerap terdengar karena tak bisa dipungkiri masih banyak orang yang buta tentang imunisasi yang satu ini. Meski imunisasi yang menurut ukuran tak sedikit orang masih cukup mahal ini memang tidak termasuk imunisasi yang wajib diberikan, namun bukan berarti tak penting. Gejala demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan tifus ini merupakan penyakit yang dapat menjangkiti anak-anak dan orang dewasa. Di Indonesia sendiri, seperti pernah dilansir Kompas.com, bisa mencapai 900 ribu kasus demam tifoid per tahun dan menjadi komplikasi demam tifoid menjadi penyebab 20 ribu kematian per tahunnya. Dengan fakta tersebut, tentunya pengetahuan mengenai Imunisasi Tifoid ini menjadi sangat penting, terlebih jika dikaitkan dengan jadwal pemberian imunisasi.

Imunisasi atau vaksin yang disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhi ini sebenarnya sudah dapat diberikan kepada bayi dengan usia 2 tahun. Setelah itu, pemberian vaksin ini harus diulang atau diperbaharui setiap 3 tahun. Vaksin Tifoid juga penting dan dianjurkan bagi anak atau orang dewasa yang sering bepergian ke luar negeri, terutama negara-negara berkembang dan terbelakang seperti Afrika atau Amerika Tengah. Negara dengan tingkat penderita demam tifoid yang tinggi adalah Peru, India, Pakistan, dan Chili. Indonesia sendiri seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, termasuk dalam wilayah endemik penularan demam tifoid. Kurang pedulinya masyarakat terhadap kebersihan makanan dan minuman menjadi salah satu penyebabnya. Di beberapa negara maju, bahkan penjual makanan pun harus sudah mendapatkan Vaksin Tifoid ini.

Mengenai cara pemberiannya, sekarang ini dengan kemajuan teknologi, sudah sangat dimudahkan. Untuk yang tak terbiasa dengan jarum suntik, sudah tersedia Vaksin Tifoid oral atau melalui mulut yang biasanya berbentuk kapsul. Vaksin jenis ini biasanya diberikan kepada anak usia 6 tahun ke atas. Sementara vaksin suntik biasanya diberikan kepada anak berusia 2 tahun. Vaksin suntiknya pun sekarang ini sudah menggunakan vaksin suntik dosis tunggal yang menurut beberapa ahli memiliki efek samping yang lebih rendah ketimbang Vaksin Tifoid sebelumnya yang harus diberikan dalam dosis dua kali suntik. Baik suntik maupun oral, keduanya memberi perlindungan 65%-75% terhadap demam tifoid. Jadi, keduanya sama-sama efektif.
Mengingat pentingnya imunisasi ini, sudah seharusnya jadwal pemberian Imunisasi Tifoid harus dimasukkan dalam agenda tahunan Anda. Atau, cara yang paling mudah, jadikan saja tanggal ulang tahun Anda atau anak Anda sebagai hari di mana vaksin pertama diberikan. Bisa sebagai hadiah ulang tahun terindah untuk si buah hati. Imunisasi merupakan salah satu cara Anda menghalau penyakit dari anak Anda, termasuk salah satunya pemberian imunisasi Tifoid.