Komplikasi Demam Tifoid

Jangan abaikan demam tifoid, jangan hanya menganggapnya demam biasa yang akan sembuh tanpa perlu perawatan yang khusus. Demam tifoid berbahaya dan tidak banyak orang yang tahu bahwa demam tifoid dapat mengakibatkan komplikasi yang sebagian berujung pada kematian.

Sebenarnya lambung seseorang itu mampu membuat mati bakteri salmonella typhi, bakteri yang menjadi penyebab demam tifoid ini. Namun sayangnya, tidak semua mati atau hanya sebagian dari bakteri-bakteri yang masuk ke dalam tubuh tersebut yang berhasil dimusnahkan, sisanya dia akan memberikan dampak bahaya pada tubuh manusia. Sebagian yang tidak musnah beredar ke seluruh tubuh melalui darah. Demam tinggi dari 39° sampai 40 °C, tubuh menggigil, denyut jantung melemah, dan sakit perut adalah beberapa gejala yang dapat disebutkan dari terinfeksinya seseorang oleh bakteri tifoid ini. Makanan dan minuman yang tidak bersih merupakan salah satu perantara penyakit ini. Biasanya masa inkubasi dari penyakit ini antara 10 sampai 14 hari lamanya.

Meski penyakit ini sebenarnya termasuk penyakit infeksi yang akut, namun masih banyak orang yang cenderung meremehkannya, banyak orang merasa demam itu biasa, demam itu bukan penyakit yang harus ditakuti. Alhasil, tak sedikit penderita yang akhirnya mengalami komplikasi dari penyakit ini.

Komplikasi intestinal atau terjadi di dalam usus seperti pendarahan usus dan perforasi usus adalah salah satu komplikasi yang dapat disebutkan akibat dari deman tifoid. Komplikasi yang satu ini termasuk sering terjadi. Sebagian di antaranya, bahkan mengalami pendarahan hebat yang umumnya terjadi pada minggu ketiga. Sementara, perforasi atau pengikisan pada usus, baik usus halus maupun usus besar akibat bakteri tifoid menyebabkan nyeri pada perut yang hebat.

Komplikasi pada paru-paru, seperti pneumonia, juga sering menerpa penderita demam tifoid. Komplikasi yang satu ini biasanya terjadi pada minggu kedua atau ketiga. Penderita demam tifoid juga tak jarang akhirnya terkena infeksi kandung kemih dan hati. Infeksi darah (bakteremia) kadang menyebabkan terjadinya infeksi tulang (osteomielitis), infeksi katup jantung (endokarditis), infeksi selaput otak (meningitis), infeksi ginjal (glomerulitis) atau infeksi saluran kemih-kelamin juga adalah beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh bakteri tifoid.

Perawatan yang tidak memadai adalah akar dari berbagai komplikasi yang di atas dan tak aneh jika banyak kasus demam tifoid berujung pada kematian. Untuk Anda yang sudah semakin paham dengan demam tifoid ini, jangan abaikan setiap demam yang Anda rasakan. Pastikan apa yang menjadi penyebab demam Anda dan secara dini lakukan perawatan secara serius sebelum berakhir pada komplikasi yang parah. Untuk menjaga buah hati Anda, sebaiknya berikan manfaat imunisasi tifoid untuk bayi Anda.

Selamat menjaga kesehatan Anda, selamat menjaga kebersihan lingkungan Anda, dan mencegah jauh lebih baik dibandingkan mengobati. Mulailah untuk mencegah dari saat ini juga!