Perlukah Imunisasi pada Balita?

Masih perlukah imunisasi? Pertanyaan seperti itu belakangan sering muncul karena ada begitu banyak mitos anti-imunisasi yang berkembang. Kompas.com dalam sebuah artikelnya bahkan pernah menyebutkan 20 mitos kampanye hitam anti-imunisasi. Misalnya, mitos bahwa imunisasi tidak aman dan berbahaya. Ada pula mitos imunisasi menyebabkan autisme. Yang lebih bernada politis, belakangan juga berkembang bahwa vaksin yang diberikan adalah buatan Amerika dan hanya diberikan kepada negara muslim dan miskin dengan tujuan untuk melemahkan.

Dari semua mitos tersebut, sepertinya tak ada yang dapat melawannya kecuali fakta-fakta yang menyebutkan betapa pentingnya imunisasi. Imunisasi merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk mencegah datangnya berbagai penyakit berbahaya, kecacatan, dan kematian, terlebih pada bayi. Pasalnya, mereka belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Meskipun memang tak bisa mencegah penyakit 100 persen, tapi paling tidak dapat menjadi semacam tameng untuk masuknya kuman dalam jumlah yang banyak dan ganas. Tubuh biasanya tak akan mampu melawan meski sudah memiliki sistem kekebalan tubuh alami jika gempurannya sedemikian hebat. Akibatnya, orang tersebut tak terhindarkan akan mengalami sakit berat, cacat, atau meninggal.

Maka, tak aneh jika tak ada satu pun negara yang sampai melarang warganya untuk mendapatkan imunisasi, bahkan cenderung menganjurkan. Di negara semaju Amerika Serikat saja, imunisasi masih terus digalakkan. Beberapa negara pernah mencoba menghentikan vaksin tertentu karena ketakutan efek samping, tapi hasilnya justru malah membuat penyakit yang dicegah oleh vaksin tersebut merajalela. Sebut saja negara Inggris dan Swedia, seperti dilansir Detik.com, yang pernah menghentikan program imunisasi pertussis. Waktu itu cakupan Imunisasi di Inggris pada tahun 1974 akhirnya menurun drastis, namun diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978. Dari 100.000 kasus yang tercatat, 36 kasus berakhir dengan kematian.

Untuk itulah, jika ditanya perlukah imunisasi, jawabannya tentu saja perlu. Tidak hanya untuk anak dan balita, imunisasi juga diperlukan oleh orang dewasa, ibu muda, remaja, dan bahkan lansia. Misalnya, untuk remaja diperlukan imunisasi hepatitis B, varisela, hepatitis A, dan HPV. Sementara untuk ibu muda, diperlukan imunisasi HB dan HPV. Untuk lansia, diperlukan imunisasi influenza dan Pnc. Jadi, apakah imunisasi masih diperlukan? Berangkat dari berbagai fakta di atas, jawabannya pasti sudah dapat tak bisa dipungkiri lagi.