
Wanita yang sedang hamil, khususnya pada kehamilan trimester 2, umumnya mengalami keputihan. Adapun jenis-jenis keputihan pada wanita hamil adalah kandidosis vulvovaginal, vaginosis bakterialis, dan trikomoniasis. Kandidosis vulvovaginal disebabkan oleh candida albicans yaitu mikroorganisme yang hidup di daerah vagina. Biasanya mereka ada pada wanita sehat yang tumbuh dengan baik akibat adanya sel jamur di area vagina. Mikroorganisme ini lebih banyak muncul pada wanita yang sedang hamil, pada wanita yang memakai kontrasepsi, wanita sedang mens, dan lain sebagainya. Akibatnya pada wanita hamil adalah kelahiran bayi prematur, pecahnya ketuban sebelum masa persalinan, dan lain-lain. Selanjutnya adalah vaginosis bakterialis disebabkan oleh adanya perubahan pada ekosistem di daerah vagina. Dalam keadaan ini laktobasili berkurang jumlahnya, sedangkan mikroorganisme yang lain berkembang lebih cepat. Keputihan ini juga bisa berakibat pada kelahiran bayi prematur. Yang terakhir adalah trikomoniasis yang disebabkan oleh trichomonas vaginalis yang sering menular akibat hubungan intim. Akibat keputihan ini adalah berat bayi yang lahir rendah dan bayi prematur.
Melihat bahaya dari keputihan-keputihan tersebut, maka perlu adanya pencegahan. Berikut adalah tips mencegah keputihan pada kehamilan trimester 2:
- Sebaiknya gunakan pakaian dalam yang bersih setiap hari dengan menggunakan bahan yang lembut dan nyaman seperti katun. Jika perlu, gantilah pakaian dalam Anda paling tidak sehari tiga kali. Perhatikan juga ukuran pakaian dalam. Menggunakan pakaian dalam yang ketat akan meningkatkan kelembaban dan juga merangsang adanya keputihan.
- Setelah mandi keringkan vagina dengan handuk lembut karena jika masih ada air, akan menambah kelembaban dan juga akan menjadikan bau tidak sedap.
- Hindari penggunaan panty liner secara rutin atau setiap hari.
- Setiap kali setelah buang air besar atau kecil usahakan untuk mengeringkannya
dengan tisu atau handuk kering yang halus. - Hindari mengkonsumsi kafein setiap hari.
- Kurangi makan makanan yang manis-manis seperti kue manis, teh manis, dan lain sebagainya. Sebaiknya konsumsi makanan sehat untuk ibu hamil, yang seimbang kebutuhan gizi dan nutrisinya.
- Jangan memakai sabun dengan PH berlebih karena bisa berakibat pada infeksi.
- Lebih baik mencuci vagina dengan air bersih daripada menggunakan sabun, kecuali jika sabun tidak menggunakan parfum
- Jika vagina sudah mengalami gejala keputihan, Anda bisa mengompresnya dengan air dingin.
- Hindari berendam dengan menggunakan air panas ataupun hangat.
- Selalu jaga kebersihan vagina karena dengan menjaga kebersihan akan mengurangi jamur, kuman, dan bakteri yang bisa menjadi cikal bakal berbagai penyakit, termasuk keputihan.
Dengan memperhatikan hal-hal diatas, maka Anda sudah berupaya untuk mencegah adanya keputihan yang bisa membahayakan diri dan juga janin Anda. Akan tetapi, jika masih terjadi keputihan maka Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan yang tentunya jauh lebih mengerti kondisi dan kebutuhan Anda.

