
Asupan vitamin A bagus, maka mata balita kita pun akan bagus. Tidak ada yang salah dari kalimat itu. Vitamin A sejak dulu memang dipercaya memiliki peran penting terkait dengan penglihatan. Sayangnya, tak banyak orang tua yang tahu bahwa vitamin A juga mempunyai peran yang tak kecil dalam sistem kekebalan tubuh, perbaikan jaringan dan tulang, dan kesehatan kulit. Alhasil, tak sedikit orang tua yang cenderung meremehkan.
Pemberian vitamin A biasanya dilakukan oleh para orang tua, cukup dengan menaruh wortel seadanya pada sayuran yang dikonsumsi. Padahal selain wortel, ada banyak asupan lain yang mengandung vitamin A. Sebut saja susu, keju, telur, berbagai sayuran yang berwarna keoranye-oranyean lainnya seperti ubi rambat dan labu, dan sayuran berwarna hijau ketuaan seperti bayam, kubis, atau brokoli.
Mengapa vitamin A penting bagi balita? Jawabannya adalah karena anak yang berada pada usia balita sangat rentan terhadap penyakit, di antaranya diare atau infeksi percernaan. Penyakit anemia pada balita juga menjadi salah satu tanda kekurangan vitamin A. Dalam hal anemia, terkait dengan fungsi vitamin A untuk menjaga integritas atau keutuhan sel darah merah. Salah satu cara sederhana yang sebenarnya dapat dilakukan oleh para orang tua adalah dengan memberi Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif pada balitanya dan tentu saja memberikan asupan vitamin A yang memadai dari makanan.
Bagi Indonesia, pemahaman tentang perlunya vitamin A ini dianggap masih sangat penting untuk disosialisasikan karena berdasarkan data dari WHO pada tahun 1995, Indonesia masih disebut sebagai salah satu negara di Asia yang tingkat pemenuhan vitamin A-nya rendah. Satu fakta yang cukup memprihatinkan tentu saja untuk negara di mana sebagian besar lahannya masih digunakan untuk bercocok tanam.
Fakta lain yang juga sama memprihatinkannya adalah berdasarkan studi yang dilakukan oleh Nutrition and Health Surveillance System (NSS), Departemen Kesehatan, pada tahun 2001, sekitar 50 persen anak Indonesia dengan usia 12-23 bulan tidak mengonsumsi vitamin A dengan cukup. Kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan kematian pada balita jika tidak segera ditangani.
Sebenarnya salah satu indikasi yang paling terlihat dari balita Anda jika kekurangan vitamin A adalah letih, lesu, dan tidak bersemangat. Jadi jika dilontarkan lagi pertanyaan di awal tentang mengapa vitamin A penting bagi balita? Jawabannya tentu saja tak ada orang tua mana pun yang sanggup melihat anak-anaknya lesu dan tak bersemangat. Bukan begitu?

