Campak pada Balita dan Penanganannya

Anak balita Anda terkena campak? Tak bisa menutup mata, masih banyak orang tua yang meremehkan penyakit ini. Padahal penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit infeksi yang berbahaya. Di Amerika pada sekitar tahun 60-an, penyakit campak menjadi penyebab kematian 400 balita setiap tahunnya. Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus golong Paramyxovirus. Kebanyakan kematian yang disebabkan oleh komplikasi dari penyakit ini memang menimpa anak di bawah usia 5 tahun atau balita. Bahkan, berdasarkan sebuah penelitian terbaru, ditemukan bahwa bayi rentan terhadap penyakit campak saat berusia 2-3 bulan. Mengingat bayi biasanya baru diberi imunisasi campak pada usia 9-12 bulan.

Radang paru-paru adalah komplikasi yang paling sering ditemukan terkait dengan penyakit yang satu ini. Hal ini bisa terjadi karena virus penyebabnya dapat menyebar melalui aliran darah ke mana-mana. Selain ke kulit, virus itu juga dapat menyebar ke selaput lendir hidung, mulut, dan pencernaan, serta ke daerah otak. Jika sampai virus tersebut masuk ke daerah otak, yang terjadi adalah kejang-kejang hingga kesadaran menurun/ensefalopati. Sementara jika virusnya menyerang ke daerah pencernaan, sang penderita akan terserang diare atau muntah-muntah sehingga anak kekurangan cairan atau dehidrasi.

Lantas bagaimana pencegahan dan penanganan yang benar terhadap balita yang terkena campak? Imunisasi menjadi salah satu cara untuk mencegah anak terkena penyakit ini. Meskipun memang bukan satu-satunya cara, anak yang sudah divaksinasi campak akan terhindari dari efeknya yang berbahaya jika ia sampai terserang. Jika anak balita Anda sudah sampai terserang, tak usah panik. Pastikan terlebih dahulu apakah anak Anda memang terkena campak. Gejalanya biasanya diawali dengan batuk-batuk yang kemudian diikuti oleh meningginya suhu badan, terkadang suhunya naik turun antara 38 sampai 40 derajat. Selain itu, pada hari kelima biasanya mulai muncul bercak merah yang perlahan mulai memenuhi tubuh. Jika sudah terlihat tanda-tanda seperti ini mulailah untuk melakukan penanganan.

Penanganan pertama yang mesti dilakukan adalah isolasi karena penyakit ini dapat dengan cepat menular pada anggota keluarga yang lain. Hal yang kedua, tentu saja segeralah membawanya ke dokter. Penanganan ketiga, jika suhu badan sudah turun, tak masalah jika Anda hendak memandikannya. Rasa gatal yang timbul biasanya akan merangsang anak menggaruk-garuknya hingga dapat menimbulkan infeksi. Jika anak tak mandi, keringat yang bercampur kotoran tentu saja akan memperparah infeksi tersebut. Tidak perlu menggunakan sabun mandi antiseptik dan semacamnya, cukup dengan sabun bayi. Gosoklah dengan perlahan. Kebersihan menjadi hal yang nomor satu dalam penanganan penyakit campak ini. Semoga bermanfaat.