Penyebab Kanker Otot

Bila ditanya apa penyebab kanker otot, mungkin para ahli akan menjawab karena adanya pertumbuhan sel kanker pada otot. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana bisa sel kanker tersebut berkembang pada tubuh seorang anak namun tidak tumbuh pada anak lain?

Hingga saat ini, seperti jenis kanker lain, penyebab kanker otot pun belum dapat dipastikan. Para dokter hanya dapat berasumsi dari berbagai kasus dan menyimpulkan apa penyebab kanker otot. Beberapa ahli meyakini bahwa mutasi sel kanker telah terjadi saat bayi masih dalam kandungan. Mutasi sel ini kemudian berkembang dalam jaringan otot dan kelak menjadi kanker otot saat anak sudah beranjak tumbuh. Selain itu, kanker otot juga lebih banyak menyerang balita ataupun anak-anak karena pada masa tersebut, tulang mengalami masa pertumbuhan, yang secara tidak langsung otot pun juga tumbuh sehingga aktivitas berlebihan yang dapat memicu pertumbuhan otot berlebihan menimbulkan kanker otot pada anak dan balita.

Akan tetapi, dokter juga meyakini bahwa kanker otot dapat disebabkan beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko kanker pada anak. Sebut saja sindrom Li-Fraumeni. Sindrom ini meningkatkan risiko kanker pada anak. Sedangkan neurofibromatosis menyebabkan sel tumor tumbuh pada jaringan saraf. Sindrom Beckwith-wiedeman merupakan gangguan yang menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan, salah satunya pertumbuhan sel otot yang berlebihan dan menyebabkan kanker otot. Sedangkan sindrom Costello dan sindrom Noonan merupakan gangguan yang dapat menyebabkan kelainan bentuk hingga keterlambatan mental. Kondisi medis di atas dapat meningkatkan risiko kanker otot pada anak.

Selain kondisi medis di atas, beberapa kondisi juga dapat menjadi penyebab mutasi sel kanker, seperti pola hidup tidak sehat. Sebut saja tubuh yang sering bersentuhan dengan bahan kimia atau juga sering terpapar sinar radiasi.

Penyebab kanker otot hingga saat ini belum bisa dipastikan sehingga untuk mencegah penyakit ini terjadi adalah dengan menjaga pola hidup sehat. Bukan hanya pada anak dan balita, tapi juga pada orang tua agar mutasi sel kanker semenjak bayi masih dalam kandungan bisa dicegah.