
Trimester pertama sudah dilewati, tentu ada kesenangan dan kenyamanan tersendiri bagi calon ibu karena rasa mual dan lemas sudah tidak ada lagi. Beberapa mungkin masih merasakannya tetapi sudah agak berkurang. Pada trimester kedua calon ibu akan merasakan perubahan pada perutnya sekaligus menemukan keajaiban baru, yaitu mulai responsifnya calon bayi terhadap cahaya dan suara dengan beberapa pergerakan.
Tahap trimester kedua dimulai dari minggu ke-13 sampai minggu ke-26 dimana pada tahap ini dianggap yang paling nyaman. Selain keluhan ketidaknyamanan pada trimester pertama hilang, selera makan calon ibu pun akan kembali normal. Selera makan yang meningkat dapat diatasi dengan meningkatkan frekuensi mengonsumsi makanan kecil 3 sampai 4 kali sehari. Nutrisi untuk ibu hamil di trimester kedua ini bisa diambil dari makanan kecil yang bergizi adalah seperti telur rebus, roti gandum, salad, keju rendah lemak, dan jus buah. Namun, yang paling utama pada tahap ini adalah perubahan fisik pada calon Ibu maupun pada calon bayi.
Pada awal trimester kedua, perkembangan plasenta sudah berkembang sempurna sehingga dapat memberikan oksigen dan calon bayi pun sudah bisa menghisap ibu jarinya. Selain itu beberapa organ dalam juga sudah mulai berfungsi. Pada usia 13 minggu, calon bayi sudah bisa bernapas, menelan, dan mata pun telah bereaksi dengan cahaya. Lalu pada usia 16 minggu, calon bayi sudah dapat bergerak, berguling, dan menendang. Pada akhir timester kedua, calon bayi sudah terbentuk sempurna. Mata dan telinga sudah berfungsi normal, serta lemak sudah terkumpul banyak di permukaan kulit.
Bagi calon Ibu juga mengalami beberapa perubahan fisik (tidak hanya bagian perut) seperti pada bagian payudara yang semakin membesar karena sudah terbentuknya kolostrum. Oleh karena perubahan fisik pada calon Ibu dan calon bayi, nutrisi untuk ibu hamil di trisemester kedua perlu menambahkan asupan makanan perlu ditambahkan sampai 300 kalori setiap harinya. Makanan yang dianjurkan tentu saja yang sehat dan hindarilah mengonsumsi junk food atau yang terlalu manis. Jangan lupa dengan asupan zat besi dan kalsium demi menghindari kekurangan darah serta demi perkembangan gigi dan tulang calon bayi.
Zat besi bisa didapatkan dari daging merah, unggas, kuning telur, sayuran hijau, bayam, kismis, atau tahu. Sinergikan dengan asupan makanan bervitamin C agar penyerapan zat besi lebih dapat ditingkatkan lagi. Tekanan darah juga harus diperhatikan agar tidak terlalu drop atau ketinggian. Asupan daging bagi yang berdarah rendah atau belimbing bagi yang berdarah tinggi amat dianjurkan untuk menjaga tekanan darah normal kembali. Kram yang sering terjadi juga dapat dikurangi dengan sering mengonsumsi susu atau pisang.

