Mengenai perawatan bayi yang mengalami tifus, mengingat kondisi bayi biasanya menjadi rewel, dokter biasanya menyarankan agar dirawat di rumah. Selain rewel, bayi juga biasanya akan mengalami demam. Orang tua perlu memisahkan bayi yang terkena demam tifoid ini dari orang-orang yang sehat dalam rumah untuk menghindari penularan. Bila tifus yang menyerang bayi masih tergolong ringan, bayi membutuhkan waktu yang banyak untuk istirahat. Sang bayi juga memerlukan minum lebih banyak dan pemberian antibiotik. Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan kebersihan ruangan tempat merawat bayi. Perawatan yang baik akan menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, dan mencegah agar penyakit ini tak kambuh atau tak menyerang lagi sang bayi.
Dalam perawatan bayi yang mengalami tifus, orang tua juga harus memperhatikan kebersihan dirinya sendiri. Dalam hal ini, terutama sang ibu. Air Susu Ibu atau ASI juga dapat menjadi penyebab bayi mengalami tifus. Bila penyebabnya adalah ASI, ibu harus mengupayakan dirinya bersih dari tifus. Bayi memang sangat rentan dengan berbagai penyakit menular dan saatnya ibu lebih peka tentang ini. Kebersihan ibu menunjang kesehatan bayi. Nah, ketika bayi Anda sudah terlanjur terkena tifus sebaiknya ketika sedang mengobati dan merawat bayi yang mengalami tifus, ASI jangan sampai dihentikan karena merupakan makanan utama buah hati Anda.
Sang ibu tidak disarankan tidur bersama bayinya yang mengalami tifus. Bila demam karena tifus sudah turun, istirahat harus diteruskan hingga mencapai suhu normal. Ibu juga perlu menjaga kebersihan dirinya sendiri saat memandikan bayi, dan keperluan bayi terkait Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB). Tak hanya itu, ibu juga perlu terus memantau suhu tubuh sang bayi dengan mencatatnya dan mengonsultasikannya pada dokter. Harus diwaspadai bila terjadi peningkatan suhu tubuh yang tinggi pada bayi. Jika obat yang diberikan dokter hampir habis, sedangkan suhu tubuh bayi masih tinggi dan bila selama 2 minggu suhu belum turun, maka bayi harus diperiksa kembali oleh dokter dan perlu perawatan lebih intensif di rumah sakit. Selama bayi sakit, jangan menutupinya dengan selimut agar penguapan suhu lebih lancar. Pada bayi yang telah dizinkan mengonsumsi makanan tambahan, selain ASI sebagai makanan pokok, bayi dapat diberikan makanan yang mengandung banyak cairan, lunak, dan bergizi.
Perawatan bayi yang mengalami tifus ini juga terkait dengan kebersihan WC sebagai tempat pembuangan feses dan urine. Bila menggunakan pot atau urinal, sebaiknya direndam dengan cairan desinfektan setelah dipakai. Pakaian bayi juga harus direndam dengan desinfektan sebelum dicuci dan tidak dicampur dengan pakaian lain. Mari merawat bayi dengan benar untuk menghindari berbagai penyakit yang mengintainya.