
Penyakit demam berdarah dan demam tifus sama-sama diawali demam tinggi, biasanya menjadi ciri pada pasien yang menderita demam berdarah dan tifoid atau tifus. Maka, tak aneh jika sulit untuk membedakan penyakit demam berdarah dan tifus. Padahal keduanya jelas merupakan dua penyakit yang berbeda.
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti. Demam berdarah yang biasa dikenal di masyarakat, yakni demam berdarah dengue atau yang biasa disebut dengan DBD sebenarnya bentuk yang lebih parah dari demam dengue (DD). Pada DBD, biasanya terjadi pendarahan dan syok yang tak jarang beakibat kematian. Sementara, penyakit tifus disebabkan adalah bakteri bernama SALMONELLA TYPHI. Bakteri ini umumnya terdapat dalam makanan yang sudah basi, daging mentah, maupun kotoran.
Ciri khas penyakit DBD adalah demam yang tinggi disertai dengan sakit yang hebat pada kepala. Demam pada penderita DBD juga biasanya terjadi mendadak dan bisa mencapai hingga 38-40 derajat Celcius, serta umumnya juga tidak mempan diatasi dengan obat penurun panas. Gejala demam ini juga terjadi antara dua sampai tujuh hari berturut-turut. Fase yang membahayakan biasanya terjadi pada hari kelima di mana trombosit biasanya akan turun dengan hebat hingga memungkinkan terjadinya syok pada penderitanya. Selain demam, penderita DBD juga umumnya mengalami lemas, mual, atau sakit pada persendian, serta kadang terdapat bintik-bintik merah yang akan jelas terlihat apabila diperiksa dengan metoda uji torniquet. Napas tak beraturan atau sesak dan sulit buang air besar juga adalah gejala lain yang dapat disebutkan. Namun, gejala-gejala ini pun sebenarnya tak bisa dipukul rata karena tak sedikit pula penderita DBD yang mengalami gejala ini.
Beda gejala pada penderita demam berdarah dengan penyakit tifus adalah pada demamnya yang pada penderita penyakit tifus tak terjadi begitu saja namun ditandai dengan meriang. Demamnya pun perlahan semakin tinggi. Lemah dan lesu juga dialami oleh penderita penyakit tifus, terkadang bahkan mengalami batuk dan peradangan. Yang khas dari penderita tifus, meski tak semua, demam muncul pada sore atau malam hari. Jadi bisa saja sang penderita terlihat segar pada pagi atau siang harinya.
Dengan pengetahuan tentang berbagai perbedaan antara penyakit tifus dan demam berdarah di atas, diharapkan penanganan secara dini dapat dilakukan hingga terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

