Mengurangi Sakit Pada Saat Balita Tumbuh Gigi

Mengurangi sakit pada saat balita tumbuh gigi. Proses tumbuh gigi dapat terasa menyakitkan bagi anak. Gusi lembut yang “robek” oleh terjangan gigi tajam dari dalam, tak jarang membuat gusi sedikit berdarah atau memar. Saat anak merasakan sakitnya tumbuh gigi, Anda bisa membantunya merasa lebih nyaman dengan memberikan makanan bertekstur lembut seperti jus buah atau sup krim. Makanan dingin seperti ASI atau jus buah beku lalu dibuat es loli, serta puding dingin juga bisa mengurangi rasa sakit pada gusi. Sebab, rasa dingin memberi efek anti-inflamasi sehingga bisa meringankan gusi yang sedang bengkak. Mengurangi sakit pada saat balita tumbuh gigi. Anak yang tumbuh gigi juga terobsesi untuk menggigit. Jangan heran jika kursi atau sendok makan, bahkan tangan dan payudara Anda jadi sasaran. Untuk menenangkan si penggigit, tawarkan sesuatu yang dingin dan keras seperti sendok atau tulang ayam dingin. Berikan juga teether yang didinginkan. Namun pastikan bahan karet teether aman bagi bayi. Anda juga bisa memberikan biskoti dingin yang meleleh di mulut sebagai pengurang rasa sakit di masa tumbuh gigi.

Proses tumbuh gigi juga bisa membuat suhu tubuh anak naik. Meski demikian, demam yang dialami tergolong ringan (jarang melebihi suhu 38.8°C). Untuk menangani demam ini, pakaikan baju yang tak terlalu tebal dan jaga sirkulasi udara agar panas cepat keluar dari tubuh. Hindari pemberian obat penurun panas secara berlebihan pada demam ringan karena anak justru berisiko terkena hipotermia. Perbanyak kontak kulit dengan anak (skin-to-skin) dengan cara memeluknya tanpa pakaian bagian atas (dapat dilakukan oleh ibu maupun ayah). Temperatur tubuh ayah atau ibu akan menstabilkan suhu tubuh anak.

Mengurangi sakit pada saat balita tumbuh gigi. Jika Anda masih ragu menghadapi gejala yang dialami anak saat tumbuh gigi, perhatikan saja kondisinya. Meski demam, anak yang “hanya” sedang tumbuh gigi tidak terlihat sakit misalnya lemas, mata sayu/cekung, dan bibirnya kering.