Radang Selaput Otak (Meningitis) Pada Bayi

Masih banyak masyarakat di Indonesia yang tak mengenali bagaimana penyakit meningitis menyerang bayi. Masyarakat masih menyamaratakan perawatan setiap penyakit, ini bisa karena ketidaktahuan atau juga karena menganggap ringan penyakit yang diderita anak. Sudahkah tahu mengenai penyakit meningitis? Meningitis merupakan peradangan pada membran di sekitar otak dan tulang belakang.

Penyakit yang satu ini biasanya terjadi karena adanya infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Bakteri atau virus adalah penyebab meningitis masuk ke dalam peredaran darah. Penyakit meningitis tak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak di bawah usia 5 tahun, termasuk bayi.

Minimnya pemahaman tentang meningitis atau peradangan otak sering kali membawa akibat fatal bagi penderitanya. Seperti halnya merawat penyakit lain, penyakit meningitis dianggap bukan penyakit berbahaya oleh masyarakat, dianggap hanya infeksi biasa yang cukup diberi obat antibiotik padahal di Indonesia, angka kematian pada penderita penyakit ini masih tergolong tinggi.

Bayi tergolong rentan pada ancaman meningitis karena daya tahan tubuhnya masih rendah. Apalagi meningitis merupakan infeksi yang penularannya sama dan semudah penyakit flu, virus penyebabnya berpindah melalui udara. Biasanya penyakit yang satu ini juga merupakan komplikasi dari penyakit lain, seperti campak, gondong, batuk rejan, atau infeksi telinga. Bayi dapat mengalami meningitis dari anggota keluarga serumah, tempat penitipan anak, dan kontak langsung cairan ludah seperti berciuman. Penyakit ini sangat mudah menular karena kekebalan tubuh yang sangat rendah, maka menyiapkan kekebalan tubuh bayi yang kuat adalah salah satu solusi pencegahan penyakit ini.

Risiko penularan sangat tinggi terjadi pada anak-anak yang ibunya menderita TBC. Pada bulan-bulan pertama setelah lahir, anak-anak dalam kasus ini terkadang mendapat serangan meningitis tuberkolusa. Bayi dengan kelainan sistem saraf pusat, pembedahan, atau injuri yang berhubungan dengan sistem saraf juga rentan terserang meningitis.

Bayi yang mengalami meningitis harus diperiksa akurat untuk diketahui penyebabnya, apakah dari jamur, virus, atau bakteri. Dengan pemeriksaan akurat, cara pengobatan yang tepat dapat dilakukan pada bayi sesuai penyebabnya. Hingga saat ini, meningitis masih menjadi momok untuk balita, termasuk bayi, karena tak ada harapan sehat bagi penderitanya. Hampir 50 persen penderita yang mengalami meningitis meninggal dan jika selamat akan mengalami kecacatan atau keterbelakangan permanen. Balita atau bayi yang selamat dari meningitis dapat mengalami gejala-gejala dari sisa penyakit ini, seperti lumpuh, tuli, epilepsi, lamban, dan retardasi mental.

Sangat menyeramkan bukan meningitis ini? Anda harus mulai menyelamatkan bayi Anda dari meningitis dan jika perlu Anda mensosialisasikan mengenai meningitis pada ibu-ibu lain sebagai kepedulian Anda menyelamatkan angka kematian bayi karena meningitis ini. Selamat merawat bayi Anda dengan tepat untuk kesehatan seumur hidupnya.