
Infeksi cacar air yang menyerang anak memang bukan termasuk penyakit yang membahayakan, namun bisa saja menyebabkan kematian apabila infeksi cacar air ini berkomplikasi dengan virus lain yang menyebabkan daya tahan tubuh anak menurun dengan drastis. Agar infeksi yang menyerang anak ini tidak berujung pada makin parahnya kondisi anak, seperti bentol yang merata dan meyebar pada semua permukaan kulit, ada baiknya orang tua mengetahui beberapa cara merawat anak cacar air, sehingga infeksi yang terjadi tidak sampai membahayakan kondisi anak dan anggota keluarga yang lain.
Cara merawat anak cacar air, apa saja?
Cacar air yang telah menyerang anak-anak memang dapat dengan mudah menyebar pada permukaan kulitnya. Hal ini disebabkan kebiasaan anak yang secara tidak sengaja menyebarkannya. Agar cacar air yang menyerang anak tidak mudah menyebar secara merata, ada baiknya mengetahui beberapa cara merawat anak cacar air berikut ini, sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
- Karantina. Usahakan karantina anak hingga penyakit cacar air tidak menyebar, terutama pada anggota keluarga yang lain. Karantina juga bertujuan mencegah anak terkena komplikasi penyakit/virus lain.
Berikan obat gatal atau salep pada permukaan kulit untuk mengurangi rasa gatal, seperti salep asiklovir/acyclovir. Apabila susah, parutkan jagung muda dan usapkan secara merata pada permukaan kulit yang terinfeksi cacar air. Hal ini bertujuan mengurangi rasa gatal dan menghilangkan kebiasaan menggaruk yang bisa memperparah serangan cacar air.- Sering ganti baju. Usahakan sering berganti pakaian agar cairan lenting atau bekas cairan yang mengering pada baju tidak menginfeksi jaringan kulit lainnya yang sehat.
- Mandi. Mandi bisa dilakukan walau anak terkena cacar air. Campurkan sedikit larutan PK pada air mandi dan segera keringkan dengan handuk.
Itulah beberapa cara merawat anak cacar air, satu hal penting yang harus dilakukan sebelum penyakit ini menyerang adalah tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi ketika anak berusia balita hingga 12 tahun dan dapat diulang dalam rentang waktu lima tahun. Semoga bermanfaat.

