
Penyakit diare bisa terjadi pada setiap usia. Tapi diare pada anak balita kerap menyebabkan kondisi yang fatal. Hingga penyakit ini dituding sebagai penyakit yang paling sering menyebabkan kematian pada anak balita. Kondisi fisik dan daya tahan tubuh balita yang belum sebaik orang dewasa membuat mereka lebih rentan terhadap serangan diare. Untuk mencegah kejadian yang fatal sebaiknya setiap orangtua mengetahui asuhan keperawatan (askep) diare akut pada anak balita.
Diare ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar pada anak balita, hingga lebih dari empat kali dalam sehari. Bentuk kotoran juga berubah menjadi lebih encer saat diare menyerang. Diare akut terjadi bila gangguan kesehatan ini menyerang sampai dengan tujuh hari. Tanpa pengobatan dan asuhan keperawatan (askep) diare akut pada anak balita maka diare dapat berlanjut hingga lebih dari empatbelas hari.
Kondisi yang paling ditakutkan saat anak balita terserang diare akut adalah dehidrasi. Buang air besar yang terlalu sering bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Untuk mencegah dehidrasi maka anak balita perlu mendapatkan asupan makanan dan minuman lebih banyak saat sedang menderita diare. Bila makanan atau minuman tidak bisa masuk karena anak muntah, maka orangtua disarankan untuk menunggu paling tidak selama sepuluh menit sebelum kembali memberikan makanan atau minuman.
Pemberian Asi juga bisa dilakukan untuk mengganti cairan tubuh bagi balita yang masih menyusus. Sedangkan larutan oralit bisa diberikan pada anak balita yang sudah tidak lagi mengonsumsi Asi.
Pada kondisi tertentu anak balita yang menderita diare akut akan memerlukan konsumsi obat-obatan untuk meringankan gangguan kesehatan yang dideritanya. Tentu saja pemberian obat-obatan ini disarankan untuk dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. Pemberian obat-obatan tanpa konsultasi dikhawatirkan malah menyebabkan kondisi anak menjadi lebih buruk.
Bila kondisi anak balita tak membaik, segera bawa anak ke rumah sakit terdekat. Dengan asuhan keperawatan (askep) diare akut pada anak balita yang tepat anak dapat terhindar dari ancaman kesehatan yang lebih gawat.

