
Diare merupakan salah satu penyakit yang masih sering dijumpai dimasyarakat Indonesia. Ada yang disertai dengan muntah atau yang disering disebut muntaber. Nah, jika gejala muntah disertai diare yang berkepanjangan selama beberapa hari dan anak anda merasa lemas serta mengeluh sakit. Kemungkinan anak anda terkena virus jenis rotavirus. Virus ini termasuk cukup berbahaya, maka anda harus dengan segera membawanya kedokter untuk memastikan sebabnya.
Apa itu Rotavirus?
Rotavirus adalah virus dengan ukuran 100 nanometer dengan bentuk roda yang termasuk dalam family Reoviridae. Rotavirus dapat menular dan menyebabkan penyakit rotavirus gastroenteritis. Penyakit ini tidak dapat dianggap sepele karena cukup berbahaya terutama jika menyerang bayi.
Pada dasarnya setiap anak dibawah usia 5 tahun rentan terhadap penyakit ini. Namun yang lebih sering dan mudah terkena adalah balita antara usia 6 bulan hingga 2 tahun.
Karena sifatnya yang menular, maka sebaiknya anak yang sedang terserang penyakit diare disertai muntah ini sebaiknya diisolir dari saudara-saudaranya dan pergaulannya. Menghindari penyebaran lebih banyak dari penyakit ini.
Rotavirus masuk dan menyerang sel enterosit yang matang pada ujung vili usus kecil. Virus ini mengakibatkan perubahan struktur dari mukosa usus kecil, berupa memendeknya vili dan terdapatnya infiltrat sel-sel radang mononuklear pada lamina propria.
Gejala Yan
g Timbul Akibat Rotavirus
Gejala yang ditimbulkan akibat dari Rotavirus ini biasanya ditandai dengan deman, diare hebat yang berkepanjangan dan bersifat encer, muntah-muntah, dan juga disertai nyeri perut. Namun gejala utamanya adalah diare dan muntah-muntah yang berlangsung antara 3-9 hari. Pada kasus yang berat atau akut muntah-muntah dan diare terjadi hingga 20kali dalam sehari.
Disaat diare dan muntah-muntah yang perlu diwaspadai adalah terjadinya dehidrasi karena banyaknya kehilangan cairan atau kekurangan cairan dalam tubuh penderita. Anak yang sudah sampai pada tahap dehidrasi ditandai dengan tubuh lemas, tangan dan kaki dingin, jika menangis tidak ada air mata yang keluar, sulit untuk minum, susah bernafas.
Penanganan Dan Pencegahan Rotavirus
Obat yang tepat jika seorang anak benar terkena rotavirus adalah dengan pemberian probiotik. Probiotik yaitu bakteri hidup yang dimasukkan untuk melawan virus dengan cara meningkatkan kolonisasi bakteri probiotik didalam saluran cerna. Eubacterium, Bifidobacterium, dan Lactobacillus merupakan bakteri baik. Selain itu perlu juga diperhatikan asupan cairan dalam tubuh supaya terhindar dari dehidrasi dengan cairan elektrolit.
Dengan selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih diharapkan dapat mencegah penyebaran atau terjangkitnya pernyakit rotavirus.

