
Menurut sebagian besar orang tua, mengambil bagian dalam pekerjaan rumah anak adalah bagian penting dari pendidikan anak mereka. Para ahlipun setuju, meskipun mereka mengatakan bahwa orang tua harus belajar “bagaimana caranya” dengan membuka jalur komunikasi dengan guru dan mempraktekannya di rumah.
Pertama, orang tua harus menyempatkan diri untuk hadir dalam acara-acara yang dibuat oleh sekolah , seperti open house pada awal tahun ajaran. Di sini orang tua dapat memperoleh penjelasan bagaimana peran PR dalam strategi pendidikan sekolah.
Di rumah, salah satu hal termudah yang bisa dilakukan orangtua adalah dengan mengubah cara mereka bertanya tentang PR. Jadi bukannya menanyakan “Bagaimana sekolahmu?” melainkan orang tua dapat mengubah pertanyaannya menjadi lebih interaktif: ”Apa yang kamu pelajari hari ini di matematika? Coba ceritakan kepada mama.. “ Pertanyaan ini dapat mengundang interaksi dari anak untuk bertanggungjawab atas percakapan yang terjadi dan mendorongnya untuk “mengajari” orang tuanya.
Mengetahui berapa banyak jumlah PR anak Anda adalah penting. Setiap sekolah mempunyai standar masing-masing. Ada sekolah yang memberikan banyak sekali PR, ada pula yang bahkan sama sekali tidak memberikan PR. Menurut Nancy Paulu, seorang ahli di bidang pendidikan dari Amerika, tidak ada manfaatnya untuk anak kelas 1 dan kelas 2 SD untuk mengerjakan PR lebih dari 10 atau 20 menit per hari. Untuk anak kelas 3 sampai kelas 5 SD dapat diberikan PR selama 30 menit sampai 1 jam, dan untuk anak yang lebih tua lagi dapat lebih lama lagi. Orang tua yang mengerti berapa lama PR seharusnya dikerjakan akan dapat memberikan bimbingan yang lebih baik. Terlibatlah, tapi jangan terlalu terlibat. Awasi PR anak Anda tapi jangan mengerjakannya untuk mereka dan selalu ada bagi mereka bila mereka ingin mengajukan pertanyaan.
Jika ada masalah yang serius, seperti anak dengan tegas menolak untuk melakukan pekerjaan rumah, hubungi pihak sekolah secepat nya. Guru seharusnya memberikan respon yang baik bagi orang tua yang menunjukkan minat atau kekhawatiran mengenai anaknya. Kemitraan orangtua-guru itu sangat penting.

