Kesalahan Orang Tua dalam Mengajarkan Disiplin

Mengajarkan kedisiplinan kepada anak tidaklah mudah. Orang tua selalu berusaha agar anak mematuhi dan melaksanakan peraturan yang telah dibuat dan disetujui bersama. Namun terkadang orang tua juga tidak menyadari kesalahan yang mereka lakukan sendiri dalam mengajarkan disiplin kepada anak. Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering orang tua lakukan :

Memberikan Hukuman Yang Tidak Masuk Akal

Ketika Anda sangat marah, terkadang Anda memberikan hukuman yang tidak efektif dan tidak masuk akal. Misalnya seperti : Kamu tidak boleh nonton TV selama-lamanya! Anak akan mengetahui bahwa hal tersebut sangat tidak masuk akal dan mengerti bahwa hukuman tersebut hanya berdasarkan kemarahan Anda saja. Bila Anda lepas kendali dan memberikan hukuman yang tidak masuk akal, berbicaralah kepada Anak setelah Anda mulai tenang dan katakan, “Ibu sangat marah kepadamu tadi karena kamu melanggar peraturan. Tentu saja kamu tidak dilarang nonton TV selama-lamanya. Tetapi Ibu akan tetap memberimu hukuman.” Dengan demikian anak tetap akan menerima konsekuensi yang sebenarnya dari perilaku buruk mereka.

Tidak Konsisten

Hambatan terbesar dalam mengajarkan kedisiplinan adalah ketidakkonsistenan. Orang tua harus tegas dalam menerapkan peraturan. Bila peraturannya adalah “Tidak boleh nonton TV setelah jam 8 malam”, maka aturan tersebut harus dilaksanakan tanpa alasan. Meskipun Anda lelah dan ingin beristirahat, atau sedang ada tamu yang datang, peraturan adalah peraturan. Bila Anda mengabaikannya maka jangan harap anak akan mematuhinya.

Konsitensi juga berarti memberikan reaksi yang sama terhadap pelanggaran. Bila anak melakukan pelanggaran, apapun konsekuensi atau hukumannya, harus dilakukan dengan segera. Anak-anak biasanya sangat pintar, mereka dapat mencium kelemahan orang tua. Bila mereka berpikir Anda lupa untuk menerapkan disiplin, mereka akan terus berusaha. Tetapi bila orang tua konsisten mereka akan tidak berani mencoba dan akan merubah perilakunya.

Ayah dan Ibu Berbeda Pendapat

Ayah mungkin mempunyai pendapat yang berbeda dengan ibu mengenai disiplin, hal itu adalah wajar. Tetapi orang tua harus mendiskusikannya secara empat mata. Ingat, anak dapat mencium kelemahan Anda. Jangan melakukan argumen di depan anak-anak. Katakan kepada anak bahwa ayah dan ibu akan mendiskusikan hal ini terlebih dahulu. Diskusikanlah dan pikirkan apa yang akan dilakukan, konsekuensi apa yang akan timbul bila peraturan dilanggar. Disiplin memerlukan persatuan dari orang tua – setidaknya di depan anak-anak.