Ketika Anak Menguji Kesabaran Anda

Saat anak mulai memasuki umur 5 atau 6 tahun dan mereka ingin berjalan menuju kemandirian maka ini adalah tahap dimana anak-anak belajar untuk mengekspresikan pikiran mereka dan menegosiasikan kebutuhan mereka. Saat-saat inilah biasanya kesabaran para orang tua diuji. Siapkanlah kesabaran, pilihlah pertempuran dengan hati-hati dan ekspresikanlah empati Anda.

Dengan kesibukan orang tua yang bekerja ataupun kesibukan para ibu yang mengurus pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak, satu tuntutan dari si kecil dapat membuat orang tua menjadi frustasi. Tapi di sisi lain, fakta bahwa anak Anda merasa cukup percaya diri untuk bernegosiasi dengan Anda atas detail kecil dari kehidupan menunjukkan bahwa dia menjadi mandiri, bekerja pada pemecahan masalah dan belajar untuk menegaskan kebutuhannya merupakan hal yang positif. Keterampilan ini dapat membantu anak untuk mengemukakan kebutuhannya secara mandiri, melawan tekanan dan menemukan jalan keluar dari situasi yang sulit di masa depan.

Anak dengan orang tua yang otoriter dan tidak memberikan ruang bagi anak untuk membuat pilihan cenderung akan tumbuh menjadi remaja terlalu “penurut” atau bahkan terlalu membangkang, dan anak dengan orang tua yang pasif akan gagal untuk belajar bernegosiasi karena mereka selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Strategi yang paling baik adalah dengan mengambil jalan tengah.

Tetapkan harapan yang jelas

Ketika orang tua menetapkan harapan yang jelas untuk anak-anak mereka, anak-anak akan memahami aturan. Luangkan waktu untuk menjelaskan aturan dan harapan kepada anak-anak Anda. Review secara rutin aturan-aturan tersebut. Semakin Anda memperkuat harapan Anda, anak Anda akan semakin menginternalisasi harapan tersebut.

Tawarkan pilihan yang wajar

Ketika anak-anak merasa seperti mereka tidak memiliki kontrol atas hidup mereka, mereka menemukan cara-cara kecil untuk mendapatkan kontrol. Memberikan mereka kekuatan untuk memilih akan mengajarkan mereka untuk berpikir tentang pro dan kontra dari setiap pilihan dan membuat keputusan yang independen. Hal ini juga membantu mereka merasa seperti mereka memiliki kendali. Jika anak Anda bernegosiasi mengenai apa yang akan dikenakan pada saat hujan, Anda dapat memberikan pilihan kepada mereka untuk mengenakan jas hujan atau memakai payung.

Buat persiapan

Ketika anak cenderung untuk menginginkan sesuatu pada saat Anda sedang sibuk, buatlah persiapan. Anak cenderung memiliki pola-pola perilaku tertentu. Catatlah situasi tertentu ketika anak sering berperilaku yang dapat menguji kesabaran Anda. Misalnya ketika Anda pergi ke dokter, siapkanlah buku mewarnai dan crayon untuk menghindari anak merengek karena bosan menunggu. Dengan mengetahui situasi-situasi dimana perilaku anak dapat menguji kesabaran Anda, Anda dapat membuat persiapan untuk menghindarinya.

Berempati

Orang tua mulai mengajarkan anak menuju kemandirian semenjak mereka bayi. Mengajarkan mereka untuk memakai sepatu, berpakaian dan makan secara mandiri. Tapi seringkali orang tua tidak memberi anak banyak kebebasan untuk membuat keputusan sendiri. Ini yang membingungkan dan membuat frustrasi anak. Berempatilah dengan anak Anda. Biarkan dia tahu bahwa Anda memahami bahwa aturan bisa membuatnya frustasi tetapi Anda harus menjaga keselamatannya. Berikan dia kesempatan untuk memikirkan beberapa aturan baru yang mungkin dapat berguna untuk seluruh anggota keluarga. Ketika Anda membiarkan anak-anak tahu bahwa Anda memahami sulitnya untuk menjadi anak kecil, Anda membuka tahap untuk komunikasi yang jujur ​​dan cinta tanpa syarat. Dan itulah hal yang benar-benar mereka butuhkan.