
Diare adalah salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Diare yang seringkali menyerang bayi maupun anak-anak menjadi salah satu penyebab kematian pada anak usia balita. Rotavirus masih menjadi penyebab utama dari penyebaran diare tersebut. Lalu seberapa perlukah kita meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Rotavirus Pada Bayi?
Rotavirus merupakan virus yang cukup berbahaya, ia memiliki bentuk seperti roda dengan ukuran 100 nanometer dan termasuk dalam family Reoviridae. Virus ini tidak berdiri sendiri, ia terdiri diantara grup-grup yakni A, B, C, D, E dan F. Rotavirus lebih sering menyerang bayi dan anak-anak, namun yang lebih sering menjadi penyebab diare pada anak adalah grup A.
Bayi yang terkena infeksi rotavirus biasanya akan memiliki gejala awal yaitu rewel, gelisah, suhu badannya meningkat, nafsu makan berkurang. Kemudian terkena diare tak jarang disertai lendir atau darah. Pada hari pertama, biasanya tinja berwarna seperti telur busuk, kemudian warna tinja berubah menjadi hijau karena bercampur dengan empedu.
Gejala infeksi rotavirus bisa terlihat kurang dari 2 hari yang ditandai demam ringan dan diare dengan disertai darah hingga berlanjut maksimal 7 hari, namun jumlah diare akan semakin berkurang dari hari ke hari.
Namun orang tua harus selalau mewaspadai infeksi Rotavirus pada bayi, karena pada beberapa kasus diare berkepanjangan diikuti dengan infeksi saluran nafas atas seperti batuk, pilek dan juga demam.
Satu hal lagi yang perlu diwaspadai adalah asupan cairan karena frekuensi diare yang semakin sering membuat bayi cepat mengalami dehidrasi. Untuk menghindari bahaya dehidrasi, disarankan kepada ibu menyusui untuk semakin sering memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Selain itu, ibu bisa memberikan sari buah, soup, dan aneka makanan yang mengandung banyak air. Namun, jika frekuensi diare tidak juga berkurang, ada baiknya orang tua membawa bayinya ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan intensif.
Jadi, penanganan yang tepat pada bayi yang terinveksi rotavirus dipercaya dapat mengurangi frekuensi diare yang berbahaya bagi si bayi.

