
Anak yang sehat dan lincah pastinya menjadi impian bagi setiap orang tua. Anak - anak memiliki masa depan yang masih sangat panjang, sehingga pantaas apabila dijadikan prioritas utama untuk selalu menjaga dan merawatnya hingga kelak beranjak dewasa. Oleh sebab itu, orang tua wajib memberikan segala sesuatunya sejak dini dan mengutamakan hal - hal yang bersifat penting demi mencapai pertumbuhan yang sempurna. Memberi nutrisi yang seimbang, menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, membantu perkembangan otaknya dengan memberi pendidikan yang sesuai, serta memberinya imunisasi secara intens sebagai bentuk pencegahan penyakit yang bisa menyerang kapan saja. Salah satu imunisasi yang bisa diberikan orang tua kepada buah hatinya adalah imunisasi IPD. Lalu, apa sebenarnya itu IPD? Secara medis, IPD adalah singkatan dari Invasive Pneumoccal Disease. Penyakit ini disebebkan oleh bakteri pneumokokus ( Streptococcus pneumoniae ) yang bersifat merusak atau menyerang di bagian organ tubuh tertentu.
Waspadai Resiko Virus IPD Sejak Dini
Meskipun tidak aktif dan membahayakan, kita tetap harus mewaspadai bahaya yang siap mengancam jiwa manusia pada kondisi tertentu karena sifat virulensi ( yakni sifat alami sebuah virus yang cenderung merugikan atau merusak ) dari bakteri tersebut masih tetap ada. Apabila seseorang memiliki bakteri pneumokokus yang aktif dalam tubuhnya, maka biasanya ia akan terserang berbagai penyakit, mulai dari yang masih dapat diatasi seperti mengalami infeksi pada telinga tengah, atau serangan bakteri yang menyebabkan infeksi dalam darah ( bakteremia ), hingga penyakit yang sangat berbahaya dan cenderung mematikan, seperti halnya peradangan pada selaput otak ( meningitis ), sinusitis, hingga paru - paru basah ( pneumonia ). Ironisnya, IPD paling banyak diderita oleh anak - anak di bawah usia dua tahun sebab di usianya yang masih sangat balita ( anak di bawah lima tahun ), mereka belum memiliki kualitas imun atau kekebalan layaknya orang dewasa. Daya tahan tubuhnya benar - benar masih sangat rendah, sehingga rentan terserang virus dan bakteri. Terlebih mereka belum mengerti bagaimana rasanya sakit, kecuali hanya bisa menangis. Sehingga di sinilah pentingnya peranan orang tua dalam mengatasi masalah yang di derita oleh si kecil.
Angka Penderita Masih Rendah
Ketika melihat anak sehat adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi orang tuanya. Namun faktanya, tidak semua orang tua bisa menikmati pelayanan imunisasi IPD. Hal itu disebabkan karena cukup besarnya biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk mendapatkan imunisasi tersebut. Bayangkan, dalam satu kali jadwal imunisasi IPD
, seseorang harus mengeluarkan dana sekitar 800 - 1 juta rupiah. Padahal imunisasi IPD sendiri boleh dikatakan lengkap apabila telah menjalani setidaknya empat kali vaksinasi. Tapi kita patut bersyukur bahwa di negara kita ini, IPD masih terhitung sebagai penyakit yang tidak begitu populer, maksudnya jumlah penderitanya masih tergolong sangat rendah.
Ciri - ciri anak sehat berkat imunisasi IPD ( Invasive Pneumococcal Desease ) antara lain memiliki berat badan normal dan terus bertambah seiring pertumbuhannya, nafsu makan terjaga, tidak memiliki kelainan pada pernafasannya, ataupun tidak ditemukan peradangan pada bagian telinga dan otaknya. Setelah imunisasi, anak Anda akan mengalami beberapa tahap sebagai bagian dari efek samping imunisasi itu sendiri, seperti merasakan nyeri, kulit kemerahan, dan bengkak, demam dengan suhu tinggi mencapai 38° C bahkan lebih, diare, anak menjadi sedikit rewel, menurunnya nafsu makan, hingga menderita reaksi alergi. Namun itu adalah reaksi normal yang tidak perlu dicemaskan, yang penting anak sehat berkat imunisasi IPD (Invasive Pneumococcal Desease).

