Tips Mengatasi Cacar Air Pada Balita

Cacar air pada balita merupakan salah satu jenis penyakit menular, penyakit ini lebih sering menyerang balita yang pertahanan tubuhnya masih rentan. Meskipun begitu, adakalanya penyakit ini juga menyerang remaja dan orang dewasa yang belum pernah menderita cacar air. Balita cacar air memiliki ciri khas yakni, bintik kemerahan di kulit dan kadang berupa benjolan kecil berisi air atau nanah. Gejala awal dari penyakit cacar air, diantaranya lemah, demam, flu, pusing, dan terasa nyeri di persendian. Orang tua pasti akan panik mendapati anaknya yang rewel, rasa panik kian bertambah ketika kulit tubuh sang anak muncul bintik-bintik kemerahan. Nah, agar hal itu tidak terjadi, maka orang tua wajib mengetahui tentang seluk-beluk cacar air pada balita.

Cacar air pada balita disebabkan oleh virus varicella zoster. Masa aktif penyebaran dari penyakit ini adalah 7 – 21 hari setelah kontak dengan penderita. Sebagai upaya pencegahan agar Balita cacar air tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain, maka biasanya penderita akan dikarantina dan disarankan untuk banyak istirahat. Sebenarnya, penyakit cacar air ini bisa sembuh dengan sendirinya tanpa adanya obat-obatan yang berlebihan, namun hal itu bukan berarti Anda harus membiarkan penderita tanpa adanya perawatan. Perawatan yang baik sangat berguna untuk mencegah penyebaran bintil-bintil berarir ke seluruh tubuh dan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Apa sajakah perawatan yang harus dilakukan untuk balita yang terkena cacar air? Untuk itu simak tips mengatasi cacar air pada balita berikut ini :

  1. Istirahatkan balita cacar air secara total untuk menghindari penularan dan mempercepat proses penyembuhan.
  2. Berikan makanan yang bergizi untuk membantu meningkatkan imunitas tubuhnya.
  3. Untuk mengurangi rasa gatal, ibu bisa membubuhkan bedak dingin (yang mengandung mentol)
  4. Potong kuku si kecil untuk mencegah timbulnya infeksi akibat garukan tangan si kecil. Selain itu, pecahnya lesi akan membuat proses penyembuhan lebih lama.
  5. Untuk menghindarkan tubuh balita dari paparan kuman, ibu harus rutin membersihkan badan anak, misalnya dengan mandi 2 x sehari.
  6. Bintil disekitar mulut biasanya akan menyebabkan si kecil susah makan, untuk menyiasatinya, ibu bisa memberikan jus, jelly, bubur, atau makanan lain sebagai makanan selingan.
  7. Untuk menghindari penyebaran penyakit cacar air, Anda bisa memisahkan benda-benda yang digunakan balita cacar air.
  8. Jika kondisi balita Anda tidak kunjung membaik, Anda harus segera memeriksakan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Semoga tips mengatasi cacar air pada balita diatas dapat bermanfaat bagi Anda semua.