Cacar Air Pada Balita

Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella. Serangan cacar air ditandai dengan demam, pilek, cepat lelah, lesu dan lemah. Pada beberapa kasus, gejala ini disertai dengan nyeri sendi, kepala terasa sakit dan pusing. Beberapa hari kemudian, akan muncul bintik-bintik merah pada daerah sekitar perut, punggung, dada dan menyebar hingga anggota tubuh lain seperti tangandan muka.

Virus ini menyerang kulit dengan membentuk luka (lesi) yang berisi cairan. Infeksi virus biasanya mengenai balita berusia 9 bulan ke atas. Penyakit cacar air akan menyerang setiap orang yang belum pernah mengalaminya. Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena cacar air. Cacar air yang menyerang balita lebih cepat dan mudah disembuhkan ketimbang cacar air yang menyerang orang dewasa.

Cacar air cepat sekali menular, sehingga penderitanya harus diisolasi atau dikarantina agar tidak menular kepada orang-orang di sekitarnya. Penularan cacar air bisa melalui kontak langsung dengan penderita seperti pemakaian saputangan bersama, handuk, atau baju bekas pakai. Selain itu juga bisa melaui udara saat penderita bersin. Cacar air pada balita lebih mudah pengontrolannya agar cepat sembuh dan tidak menular kepada orang di sekitarnya yaitu dengan kehati-hatian orang tua dalam menjaga barang-barang yang dipakai anak segera disendirikan dan dibersihkan.

Penyakit cacar air ini di kalangan medis dikenal dengan sebutan Herpes, tampak dengan terjadinya peradangan kulit yang biasanya ditandai dengan bintik-bintik gelembung di kulit yang berisi air. Balita yang mengalai cacar air harus dijaga agar tidak mudah menggaruk bintik-bintik yang ada di kulit dan membuatnya pecah. Jika cairan bintik ini menyebar, bintil cacar air akan bertambah banyak dan bisa menular. Jika bintik pecah, segera berikan antibiotik kepada anak.

Cacar air pada balita bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Pemberian vaksinasi dilakukan pada saat usia balita satu tahun ke atas. Karena pada usia ini balita bisa membentuk kekebalan tubuh sendiri. Daya tahan vaksinasi ini bisa mencapai kurang lebih 97% dan saat usia balita 5 tahun, vaksinasi ulangan sebaiknya diberikan kepada anak. Hal penting lainnya jika balita terkena cacar air, berikan waktu istirahat total di rumah dan menjauhi aktifitas di luar rumah hingga cacar air benar-benar sembuh.