Tips Menangani Bayi Kejang-Kejang

Orang tua mana yang tidak panik saat mengetahui buah hatinya mengalami kejang-kejang. Kejang atau konvulsi adalah gerakan otot yang serentak dan mendadak yang tidak bisa dikendalikan, yang bisa terjadi di sebagian atau seluruh tubuh. Gejala bayi yang kejang antara lain : menangis kuat, tiba-tiba terjatuh, kehilangan kesadaran, badan kaku, atau melakukan gerakan-gerakan mendadak yang tidak terkendali. Penanganan kejang pada bayi yang tidak benar dapat menyebabkan kerusakan otak atau sistem syaraf.

Kejang pada bayi dapat disebabkan kelainan di otak (misalnya trauma lahir, radang otak, hipoksia), faktor keturunan (riwayat epilepsi atau kejang demam/stuip pada orang tua), atau penyebab lain yang tidak berkaitan dengan syaraf otak (misalnya akibat kurang asupan makanan, gangguan metabolism, alergi, atau cacat bawaan). Salah satu tips menangani bayi kejang-kejang adalah kejang tak boleh dibiarkan berulang, dan tak boleh dibiarkan berlangsung lama hingga lebih dari 3 menit. Hal ini disebabkan setiap kali bayi mengalami kejang, bayi akan mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah, yang berpotensi mengakibatkan kerusakan sel otak. Jika kejang terjadi berulang kali, aliran oksigen ke otak akan terhambat, dan sebagian sel-sel otak dapat mengalami kerusakan. Sebagai akibatnya, bayi bisa terkena epilepsi, kelumpuhan, atau retardasi mental. Oleh karena itu, pada bayi yang pernah kejang atau orang tuanya memiliki riwayat kejang, sebaiknya dipantau terus menerus agar kejang tidak berulang, serta orang tua sebaiknya mempersiapkan obat anti kejang.

Saat menghadapi bayi yang terkena serangan kejang, perhatikan tips-tips menangani bayi kejang-kejang berikut ini. Yang pertama adalah jangan panik. Longgarkan pakaian yang dikenakan bayi, dan lepas atau buang segala sesuatu yang menghambat saluran pernapasannya, misalnya bayi kejang ketika sedang makan atau sedang ada sesuatu di mulutnya, segera keluarkan benda yang ada di mulutnya untuk memudahkan bernapas. Miringkan tubuh bayi untuk mengeluarkan produksi air liur berlebih dari mulutnya, agar tidak menyumbat saluran napas. Selanjutnya segera bawa anak ke rumah sakit terdekat untuk penanganan oleh dokter.