Tanda-Tanda Obesitas pada Bayi

Tanda-tanda obesitas pada bayi harus dikenali sebelum terlambat. Jika bayi terkena obesitas maka harus segera dilakukan tindakan penanganan karena obesitas akan menghambat pertumbuhan bayi tersebut. Jika bayi dibiarkan obesitas maka dia tidak bisa berkembang sebagaimana usianya nanti baik perkembangan fisik, mental maupun psikologis.

Tanda-Tanda Obesitas pada Bayi yang Mudah Dikenali

Kenalilah tanda-tanda obesitas bayi sedari dini. Semakin dini mengetahui bahwa bayi terkena obesitas maka akan semakin kecil resiko yang mungkin terjadi. Orang tua memang perlu waspada dan teliti tatkala melihat bayinya tampak lebih besar dibandingkan dengan teman bayi yang seusianya. Jangan gembira atau merasa gemas dulu jika bayi tampak lebih gemuk karena itu menjadi indikator awal obesitas.

Tanda obesitas yang utama adalah berat badan bayi. Bandingkan berat badan bayi dengan standar berat bayi yang sesuai dengan usianya. Standar berat badan bayi bisa diperoleh di Posyandu, Puskesmas, dokter anak atau info dari internet. Apabila berat badan bayi tersebut di atas rata-rata yang seharusnya maka orang tua patut waspada karena kemungkinan bayi positif terkena obesitas bisa terjadi.

Setelah memeriksa berat badan bayi, selanjutnya orang tua bisa mengamati bentuk fisik sang bayi. Tanda obesitas terlihat pada bayi yang tampak gemuk dengan lipatan tubuh yang banyak. Perbandingan antara tinggi atau panjang tubuhnya dengan bentuk tubuh tampak tidak proporsional.

Tanda-tanda obesitas pada bayi yang lain adalah leher yang cenderung pendek, dagu yang memiliki banyak lipatan, perut yang membesar dan pipi yang terlihat membulat atau tembem. Apabila bayi itu laki-laki maka alat kelamin yang berukuran kecil dan payudara yang membesar bisa menjadi penanda obesitas.

Cara Mengatasi Tanda-Tanda Obesitas pada Bayi

Apabila bayi positif obesitas maka orang tua harus melakukan tindakan untuk mengatasinya agar selanjutnya bayi dapat berkembang dan bertumbuh secara maksimal.

Hal pertama untuk mengatasi obesitas adalah dengan memberikan ASI dibandingkan susu formula. ASI atau air susu ibu terbukti dapat mencegah dan mengatasi obesitas pada bayi. Namun jika ternyata bayi tidak suka ASI maka orang tua harus mengontrol porsi susu formula yang diberikan. Susu formula tidak boleh diberikan secara berlebihan dengan alasan sayang dan kasihan pada bayi karena hal itu justru akan membuat obesitas makin parah.

Saat bayi terkena obesitas, maka orang tua harus mulai mengontrol pola makan sang bayi. Jangan selalu menuruti keinginan atau permintaan bayi untuk makan. Sebaiknya berikan bayi makan terlebih dulu sebelum dia merengek atau meminta. Buatlah pola yang teratur untuk makan bayi dan taatilah hal tersebut.

Makanan yang diberikan untuk bayi obesitas hendaknya menghindari makanan yang manis, berkalori tinggi serta banyak lemak. Berikan banyak buah-buahan dan sayur-sayuran. Jika bayi masih kecil, maka bentuk jus buah atau jus sayur bisa menjadi pilihan. Bayi yang obesitas memang sebaiknya banyak memakan makanan yang mengandung serat untuk melancarkan pencernaannya dan menurunkan berat badannya.

Selain itu, bayi yang obesitas harus sering diajak melakukan aktivitas fisik. Bayi bisa diajak spa bayi sehingga dia bisa bergerak bebas di dalam air atau permainan yang lainnya. Dengan cara-cara di atas, orang tua akan bisa mengatasi tanda-tanda obesitas pada bayi.