Tanda Balita Kurang Gizi

Saat ini masalah kurang gizi menjadi masalah serius di beberapa negara berkembang, termasuk di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi balita mengalami kurang gizi, diantaranya adalah karena kurangnya asupan gizi seimbang pada anak, kurangnya perhatian orang tua terhadap kebutuhan gizi anaknya, anak mengalami sakit-sakitan, masalah kemiskinan, dan lain-lain. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa masalah kekurangan gizi pada anak Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan juga menjadi tanggung jawab kita bersama, terutama orang tua karena peran orang tua sangat penting dalam memberikan nutrisi pada anaknya.

Masalah kekurangan gizi ini tidak bisa di biarkan berlarut-larut karena akan menimbulkan dampat yang lebih serius yakni gizi buruk. Untuk itu, orang tua harus memahami tanda balita kurang gizi. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi keterlambatan penanganan.

Nah, berikut ini tanda-tanda awal yang bisa dikenali :

  1. Berat badan anak tidak mengalami kenaikan selama 3 bulan.
  2. Berat badan berada di bawah garis merah atau BGM.
  3. Tinggi badan anak tidak mengalami penambahan sesuai anak usianya.

Setelah mengetahui tanda balita kurang gizi, tidak ada salahnya jika Anda mengetahui ciri-ciri anak yang memiliki gizi baik, yakni : Bergerak aktif dan lincah, ceria, rambut berkilau, gigi cemerlang, kulit bersih, makannya lahap, tidur lelap, BAB lancar, Berat badan normal, dan lain-lain.

Apabila menjumpai tanda balita kurang gizi tersebut, maka orang tua harus segera melakukan upaya perbaikan gizi anak, misalnya dengan meningkatkan asupan gizi pada anak. Bagi orang tua yang masih kurang paham tentang gizi yang dibutuhkan balitanya, maka ia bisa mendatangi pojok gizi yang ada di puskesmas terdekat. Di sana, petugas ahli gizi akan menjelaskan mengenai makanan yang harus dikonsumsi balita dan memberikan vitamin tambahan apabila diperlukan.

Sebenarnya, masalah kekurangan gizi tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan bisa terjadi sejak bayi berada dalam kandungan. Untuk itu, ibu hamil wajib menjaga asupan gizi yang dibutuhkan diri dan juga janinnya. Masalah kurang gizi ini dapat menghambat tumbuh kembang anak, selain itu juga menyebabkan kualitas IQ menurun karena otak anak tumbuh dan berkembang pesat sejak anak dalam kandungan hingga anak berusia 3 tahun.